Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Juli 2015
    S S R K J S M
    « Sep    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • UberPOP halts service in France after clampdown, protests 3 Juli 2015
      By Mark John PARIS (Reuters) - Uber Technologies will suspend its UberPOP ride-hailing service in France, the U.S. company said on Friday, after it faced sometimes-violent protests and local authorities denounced it as an illegal taxi service. After fierce protests last week by licensed French taxi drivers who argue it threatens their livelihood with unfair […]
    • Stick-on smart sensor offers hassle-free car hire 3 Juli 2015
      DropTag Drive, from development firm Cambridge Consultants, is a small tag that is fixed to the inside of a car's windshield and continually monitors all vehicle accelerations and impacts during the hire period. The technology is based on an existing condition monitoring device that was developed by Cambridge Consultants to track a parcel's locatio […]
    • Solar-powered plane lands in Hawaii, pilot sets nonstop record 3 Juli 2015
      (Reuters) - A Swiss man attempting to circumnavigate the globe with an aircraft powered only by the sun's energy landed in Hawaii on Friday, after a record-breaking five-day nonstop solo flight across the Pacific Ocean from Japan. The Solar Impulse 2 is the first aircraft to fly day and night without any fuel. Pilot Andre Borschberg's 120-hour voya […]
    • Fearing return to drachma, some Greeks use bitcoin to dodge capital controls 3 Juli 2015
      By Jemima Kelly LONDON (Reuters) - There is at least one legal way to get your euros out of Greece these days, to guard against the prospect that they might be devalued into drachmas: convert them into bitcoin. New customers depositing at least 50 euros with BTCGreece, the only Greece-based bitcoin exchange, open only to Greeks, rose by 400 percent between M […]
    • Russian parliament approves Internet privacy bill 3 Juli 2015
      Russia's parliament gave its final approval on Friday to a law that would require Internet search engines to remove users' personal information from their results. The bill, passed by the State Duma lower house in its third reading, seeks to emulate European Union rules on the "right to be forgotten", under which search engines must take […]
    • Samsung Group companies' merger deal runs into fresh opposition 3 Juli 2015
      By Se Young Lee and Joyce Lee SEOUL (Reuters) - The proposed $8 billion merger of two Samsung Group companies came under attack from two directions on Friday, as an activist hedge fund filed a court action against the deal and a shareholder advisory group recommended shareholders oppose it. In a rare case of shareholder activism in South Korea, hedge fund El […]
    • Mexico City proposes regulations for Uber 3 Juli 2015
      MEXICO CITY (AP) — Mexico City is proposing regulations that would allow Uber and other smartphone-based ride-sharing apps to operate, while requiring drivers and cars to be registered, the city's Office of Legal and Legislative Studies said Friday.
    • Iran to US: Nuke deal could result in joint cooperation 3 Juli 2015
      VIENNA (AP) — In a message to Washington, Iran's foreign minister on Friday called for an end to "coercion and pressure" at the nuclear talks, suggesting a deal acceptable to his country will open the door to cooperation on fighting the upsurge of Middle East extremism threatening both nations' interests.
    • Solar Impulse lands in Hawaii, completing historic flight 3 Juli 2015
      The Solar Impulse 2 aircraft completed a historic flight in its quest to circle the globe without consuming a drop of fuel, touching down gracefully in Hawaii on Friday after the most arduous leg of its journey. The sun-powered plane, piloted by veteran Swiss aviator Andre Borschberg, took 118 hours -- about five days -- to make the voyage from Japan to Hawa […]
    • The meaning of life, according to Google's chatbot AI 3 Juli 2015
      Google's chatbot artificial intelligence has some interesting -- and not entirely illogical -- ideas about morality, philosophy and the meaning of life.
  • Halaman

Posts Tagged ‘7% pertumbuhan ekonomi’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Posted in Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.