Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Februari 2016
    S S R K J S M
    « Sep    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    29  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Concerned by cyber threat, Obama seeks big increase in funding 9 Februari 2016
      By Dustin Volz and Mark Hosenball WASHINGTON (Reuters) - President Barack Obama on Tuesday sought a surge in funding to counter cyber security threats, as his top intelligence official warned Congress that computer attacks were among the most imminent security challenges facing the United States. In his fiscal 2017 budget proposal, Obama asked for $19 billio […]
    • U.S. intelligence chief warns of 'homegrown' security threat 9 Februari 2016
      By Mark Hosenball WASHINGTON (Reuters) - Attacks by "homegrown" Islamist extremists are among the most imminent security threats facing the United States in 2016, along with dangers posed overseas by Islamic State and cyber security concerns, the top U.S. intelligence official said on Tuesday. In his annual assessment of threats to the United State […]
    • Exclusive: In boost to self-driving cars, U.S. tells Google computers can qualify as drivers 10 Februari 2016
      By David Shepardson and Paul Lienert WASHINGTON/DETROIT (Reuters) - U.S. vehicle safety regulators have said the artificial intelligence system piloting a self-driving Google car could be considered the driver under federal law, a major step toward ultimately winning approval for autonomous vehicles on the roads. The National Highway Traffic Safety Administr […]
    • In cloud stock tumult, investors give valuations a reality check 9 Februari 2016
      Global economic uncertainty and worries about weak spending on information technology are forcing investors in cloud computing stocks and related enterprise companies to take a reality check. The deep selloff, sparked last week after business analytics company Tableau Software Inc gave a dismal sales outlook, has put a dent in earnings multiples of several m […]
    • Amazon expands logistics reach in China 9 Februari 2016
      By Mari Saito and Brenda Goh SAN FRANCISCO/SHANGHAI (Reuters) - Amazon.com Inc is aggressively expanding its logistics operations in China as part of a broader effort to control the rising cost of shipping billions of packages. Its plans in China, outlined in filings there, include handling cargo and customs for goods headed to ports in Japan, Europe and the […]
    • Twitter, Pandora options traders on alert after LinkedIn crash 9 Februari 2016
      By Saqib Iqbal Ahmed NEW YORK (Reuters) - The crash in LinkedIn Corp's shares last week has many traders in the options market braced for an unusually violent reaction from Twitter Inc and Pandora Media Inc's shares after the companies report results this week. LinkedIn shares dropped 44 percent on Friday, wiping out nearly $11 billion of market va […]
    • The LG G5's screen is 'always on' 10 Februari 2016
      LG's G5 is set to be a major departure from the company's previous flagship phones, with an entirely new design featuring an unusual accessory slot at the bottom. And LG just announced a new feature — according to a GIF posted to Facebook and reproduced below, the phone will have an "always-on" screen. "Never go asleep while others d […]
    • Simple tips for making your Android phone more secure 10 Februari 2016
      Google knows Android has a reputation for not being the most secure platform around, which may be why it decided this week to help out Android users by posting a list of four essential tips for making their devices more secure. While some of these tips may be obvious for power users, they nonetheless contain some very useful information that newcomers to the […]
    • Latest Windows 10 update comes with a change log 10 Februari 2016
    • A Deadpool sequel has already been greenlit 10 Februari 2016
      Deadpool is only arriving in theaters this week, but Fox is confident enough in its slapstick superhero movie that it's already greenlit a sequel, according to The Hollywood Reporter. The studio is reportedly intending to keep the same team together, hoping to reunite star Ryan Reynolds with director Tim Miller for Deadpool 2, to work on a script that […]
  • Halaman

Posts Tagged ‘7% pertumbuhan ekonomi’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Posted in Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.