Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Oktober 2016
    S S R K J S M
    « Sep    
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Samsung offers upgrade program for South Korea Note 7 customers 24 Oktober 2016
      By Se Young Lee SEOUL (Reuters) - Samsung Electronics is offering an upgrade program option to Galaxy Note 7 customers in South Korea who trade in their recalled device for a Galaxy S7 phone, marking its latest attempt to retain customers. In a statement on Monday, Samsung said customers who trade in their Note 7 phone for either a flat-screen or curved-scre […]
    • AT&T-Time Warner deal sparks calls for scrutiny in Washington 23 Oktober 2016
      By Julia Edwards and Diane Bartz WASHINGTON (Reuters) - AT&T Inc's proposed $85 billion takeover of Time Warner Inc generated skepticism among both Democrats and Republicans on Sunday, making it more likely that regulators will closely scrutinize the effort to create a new telecommunications and media giant. The biggest deal of the year, announced j […]
    • China electronics firm to recall some U.S. products after hacking attack 24 Oktober 2016
      Chinese firm Hangzhou Xiongmai Technology Co Ltd said it will recall some of its products sold in the United States after it was identified by security researchers as having made parts for devices that were targeted in a major hacking attack on Friday. Hackers unleashed a complex attack on the Internet through common devices like webcams and digital recorder […]
    • Microsoft to raise enterprise prices in UK after pound plunges 24 Oktober 2016
      By Kate Holton LONDON (Reuters) - Microsoft plans to increase prices for some enterprise services by up to 22 percent in Britain following the plunge in the pound, likely hitting thousands of companies and government departments who rely on its cloud and software products. Microsoft said it would increase prices for its enterprise software by 13 percent and […]
    • Major banks mark first-ever international trade using blockchain tech 24 Oktober 2016
      By Byron Kaye SYDNEY (Reuters) - The first cross-border transaction between banks using multiple blockchain applications has taken place, Commonwealth Bank of Australia and Wells Fargo & Co said on Monday, resulting in a shipment of cotton to China from the United States. Australian cotton trader Brighann Cotton Marketing bought the shipment bound for th […]
    • Samsung Electronics denies report of talks to buy French audio maker Focal 24 Oktober 2016
      Samsung Electronics Co Ltd said on Monday a South Korean media report that the firm was in talks to acquire French audio equipment maker Focal for up to 300 billion won ($265.44 million) was not true. South Korea's Financial News newspaper, citing unnamed sources, said earlier talks between the two firms are in final stages and that Samsung plans to com […]
    • Samsung promises Korean Note 7 owners a 50 percent discount on the Note 8 24 Oktober 2016
      Samsung is offering Note 7 owners in South Korea the chance to upgrade their phone to a Note 8 for half the price when the as-yet-unannounced handset becomes available next year. In a statement on Monday, Samsung said customers who trade in their Note 7 phone for either a flat-screen or curved-screen version of the Galaxy S7 can trade up for a Galaxy S8 or N […]
    • This AI program sees genitals everywhere it looks 24 Oktober 2016
      Google's Deep Dream software proved that computer imagination can be strange and hallucinogenic. This imagery is the work of computer scientist Gabriel Goh, who created a neural network that mashes together two existing programs. The first is a Deep Dream-like image generator from MIT that uses deep learning to look at libraries of pictures and create s […]
    • U.S. banks add pieces to new instant payments network 24 Oktober 2016
      By the end of December some U.S. bank customers may begin to notice features of the new Zelle instant payments network appearing on their mobile phone and online banking apps as the financial industry tries to catch up to technology company rivals, such as Venmo. Paul Finch, chief executive of the bank network operator, Early Warning Services, said during th […]
    • Watch Clive Owen play tug of war with a helicopter in Neill Blomkamp’s BMW short 24 Oktober 2016
      Now, he’s partnered up with BMW to helm The Escape, a new entry in the company’s The Hire series of short action films, which just hit the web today. As the FBI closes in, the security contractors tasked with taking one of the clones away mounts an escape, hiring The Driver to whisk away Five (played by Dakota Fanning). The head of the mercenary group, the P […]
  • Laman

Archive for the ‘Kenaikan Harga Minyak Dunia: Fundamental atau Spekulasi’ Category

Lonjakan Harga Minyak, Fundamental atau Spekulasi?

Posted by sroestam pada 7 Juli 2008

Harga minyak hampir menyentuh US$140/barel pada 16 Juni 2008. Harga minyak naik sejak awal 2002 dari US$20 dan menembus US$50-an per barel pada 2005. Sejak Januari 2007 sampai sekarang, harga minyak melonjak tajam ke US$130-an. Kenaikan harga minyak saat ini kontradiktif dengan penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Timbul pertanyaan: apakah kenaikan harga minyak terjadi karena perubahan faktor fundamental atau semata-mata karena spekulasi?

Pada 2008, harga minyak bertahan di atas US$90/barel, jauh di atas harga periode 1986-1999 yang hampir selalu di bawah US$20/barel. Bahkan, pada saat krisis Asia 1997-1998, harga minyak rata-rata sekitar US$15/barel.

Harga minyak yang rendah menyebabkan investasi di sektor minyak tidak menarik. Rata-rata pertumbuhan produksi minyak sepanjang periode 1991-2002 sekitar 1,24% per tahun, di bawah pertumbuhan konsumsi minyak dunia. Bahkan, pada 1999 dan 2002, produksi minyak turun 1% per tahun akibat resesi ekonomi dunia.

Sejalan kenaikan harga, produksi minyak sempat naik pada 2003 dan 2004 masing-masing 3,4% dan 4,4% per tahun. Sayangnya memasuki 2005 sampai 2007, produksi kembali stagnan. Data produksi 2007 memperlihatkan penurunan produksi minyak dari negara penghasil utama.

Meskipun negara penghasil minyak utama lain, seperti Rusia, Kanada, dan Brasil menambah produksinya, secara keseluruhan produksi minyak 2007 turun sekitar 0,2% (BP Statistical Review of World Energy, Data kuartal pertama memperlihatkan penurunan produksi berlanjut pada 2008 meskipun harga naik tajam.

Sementara kapasitas produksi minyak sangat terbatas, permintaan minyak pada era 2000-an mengalami lonjakan tajam sejalan kuatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Pada periode 1990-2002, rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia adalah 2,9% per tahun.

Negara-negara industri baru Asia dan Timur Tengah menyumbang sekitar 60% pertumbuhan konsumsi minyak pada era 2003-2006. Sangat kontras dengan negara OECD yang mengonsumsi rata-rata 60% minyak dunia, tetapi kontribusinya pada pertumbuhan konsumsi minyak periode 2003-2006 hanya 10%.

Hampir 40% pertumbuhan permintaan minyak era 2000-an berasal dari konsumsi minyak China. Pada 2000, konsumsi minyak China sekitar 4,8 juta barel/hari, konsumen nomor tiga dunia setelah AS (19,7 juta barel/hari) dan Jepang (5,5 juta barel/hari). Pada 2006, China mengonsumsi 7,2 juta barel/hari dan menjadi konsumen minyak nomor dua dunia, mengalahkan Jepang (5,2 juta barel per hari).

Fakta interaksi penawaran dan permintaan tersebut menunjukkan sebagian besar kenaikan harga minyak periode 2003-2007 dapat dijelaskan oleh faktor fundamental.

Fenomena moneter

AS menghasilkan sekitar 25% output dunia dan juga mengonsumsi sekitar 25% dari total konsumsi minyak dunia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia akan menurunkan permintaan minyak, sehingga harga minyak idealnya turun. Berhubung harga minyak naik dengan cepat pada 2007-2008, fenomena selain faktor fundamental permintaan dan permintaan riil lebih relevan untuk menjelaskannya.

Bandingkan kenaikan harga minyak dalam mata uang dolar AS dan euro. Dari awal 2002 sampai akhir Mei 2008, harga minyak dalam dolar AS naik dari US$21 ke US$127 per barel, total kenaikan sekitar 505%. Dalam mata uang euro, kenaikan harga minyak untuk periode yang sama dari 23 euro menjadi 82 euro per barel, kenaikan sebesar 256%. Selisih kenaikan harga minyak dalam dolar AS dengan euro hampir 250%.

Kenaikan harga minyak dalam dolar AS lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan kenaikan dalam euro. Dari sisi moneter, ini berarti sebagian kenaikan harga minyak dalam dolar AS disebabkan oleh penurunan daya beli dolar AS. Harga komoditas mengalami inflasi, sebaliknya dolar AS mengalami deflasi.

Penurunan daya beli dolar AS berlanjut ketika Federal Reserve menurunkan suku bunga Fed Fund Rate secara agresif dari 5,25% pada akhir Agustus 2007 menjadi 2% pada April 2008.

Dolar AS melemah tajam terhadap mata uang lain, mendorong investor melakukan hedging dengan berinvestasi di komoditas, termasuk minyak. Harga komoditas pun naik dengan cepat.

Pelemahan dolar AS sangat berpengaruh pada keseimbangan moneter dunia karena baik cadangan devisa dunia-sekitar 65% pada 2006-dan perdagangangan dunia menggunakan dolar AS. Oleh karena itu, ekspansi moneter oleh The Fed dan pelemahan dolar AS cenderung menyebabkan inflasi global.

Kenaikan harga minyak akibat kebijakan moneter longgar USA ini sering disebut faktor spekulasi pada penentuan harga minyak. Pada kenyataannya, kebijakan moneter juga faktor fundamental.

Jelaslah faktor fundamental, seperti penawaran, permintaan, dan kebijakan moneter, menjadi penentu utama pergerakan harga minyak. Namun, mengapa banyak pihak menunjuk investor komoditas sebagai spekulan penyebab kenaikan harga? Mengapa pada saat harga minyak turun drastis pada 1986-2001 tidak ada yang berkata “spekulan adalah pahlawan yang menurunkan harga minyak?”

Ada dua faktor utama yang menyebabkan pemerintah menyalahkan spekulan sebagai penyebab kenaikan harga minyak dan komoditas lain. Pertama, peningkatan jumlah investor dan dana yang masuk ke pasar komoditas mempermudah bukti secara empiris, melengkapi teori konspirasi spekulan yang rakus.

Kedua, dan ini yang lebih mungkin, pemerintah AS ingin cuci tangan dari kegagalan menerapkan disiplin moneter. Pemerintah AS, dan juga Eropa, ingin cuci tangan dari kenaikan harga komoditas pangan (seperti beras, gandum, gula, dan minyak sayur) akibat kebijakan subsidi besar pada industri bahan bakar nabati (biofuel) yang merusak komposisi produksi bahan pangan dunia.

Pemerintah Indonesia pun untuk menutupi kegagalan kebijakan energi dan pangan nasional cenderung mengambinghitamkan faktor global kenaikan harga komoditas.

Oleh Siswa Rizali
Ekonom dan Manajer Investasi pada NISP Sekurita

Posted in Kenaikan Harga Minyak Dunia: Fundamental atau Spekulasi | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »