Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Juli 2015
    S S R K J S M
    « Sep    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Car dashboards that act like smart phones raise safety issues 7 Juli 2015
      By Sarah McBride and Paul Lienert SAN FRANCISCO (Reuters) - When it comes to dashboard displays that are more like smart phones, two things are clear: Customers want them, and automakers are intent on supplying them. Text messages pop up on the dashboard, in addition to being read out loud.
    • Google begins testing self-driving prototype cars in Austin, Texas 7 Juli 2015
      By Paul Lienert DETROIT (Reuters) - Google Inc has begun testing its self-driving cars in Austin, Texas, expanding efforts to gather information on how the prototypes interact with traffic, road conditions and people, the company said early Tuesday. Google has been testing self-driving prototypes since 2009, mainly around its Silicon Valley headquarters in M […]
    • Samsung Electronics profit guidance suggests costly S6 miss 7 Juli 2015
      By Se Young Lee SEOUL (Reuters) - South Korean tech giant Samsung Electronics Co Ltd on Tuesday guided for weaker-than-expected second-quarter earnings, as a supply shortage plagued its latest smartphone launch and tepid demand from key markets likely undercut sales. The guidance suggests that Samsung, while on a gradual recovery path, will struggle to repli […]
    • The future of travel? A tube called Hyperloop 7 Juli 2015
      This was originally the brainchild of billionaire U.S. entrepreneur Elon Musk, who envisioned being able to whisk passengers between San Francisco and Los Angeles in under half an hour. Two years after unveiling plans for a futuristic, high-speed Hyperloop transportation system, Musk has now announced plans for building a test track in southern California an […]
    • Software firm Sage brings funding options to its SME customers 7 Juli 2015
      British software company Sage is tying up with lenders Funding Circle and MarketInvoice to give its small business customers easier access to alternative sources of funds. Bank lending in Britain has been weak since the financial crisis and many small businesses have struggled to get finance from traditional lenders. MarketInvoice, which Sage said on Tuesday […]
    • Spain's Indra says starts talks to lay off 1,850 staff 7 Juli 2015
      MADRID (Reuters) - Technology company Indra said on Tuesday it had started negotiations to lay off 1,850 staff in Spain as part of a plan to shore up the loss-making firm's balance sheet. Indra, with an IT solutions business ranging from defense to healthcare services, is due to present a new strategic plan on Wednesday. The company had 39,155 employees […]
    • These are the first 500 companies allowed to fly drones over the US 7 Juli 2015
      Until recently it was extremely difficult to fly a drone for commercial purposes in the US, at least legally. At the start of 2015 just a dozen companies had been granted special exemptions by the FAA to fly, and most of those were for filming on a closed set. Over 500 FAA exemptions to fly drones were handed out to farmers, railroads, security services, and […]
    • HP's Veghte to succeed Dave Goldberg as SurveyMonkey CEO 7 Juli 2015
      (Reuters) - Online polling company SurveyMonkey said it appointed Bill Veghte chief executive, succeeding Dave Goldberg who died in an accident in May. Veghte, who is currently executive vice president of Hewlett-Packard Co's enterprise group, will join the company on Aug. 3, SurveyMonkey said in a statement. Former CEO Goldberg, who was married to Face […]
    • What you need to know about Bitcoin 7 Juli 2015
      Will bitcoin make me rich? That was my first question about Bitcoin when I heard the term years ago. I didn't know a thing about cryptocurrency, or why or how a bitcoin might be used, but it sounded like an internet gold rush. I never invested in bitcoin, and that may have been the right decision. But sometimes I think of the life that could have been.
    • Teaching old dogs new tricks with 'smart harness' 7 Juli 2015
      (This July 6 story is refiled to correct name in paragraph 12) North Carolina State University researchers have developed new technology designed to improve communication between dogs and humans. Researchers at North Carolina State University are combining their love for dogs with their love of technology. A joint project between the computer science and ele […]
  • Halaman

Archive for the ‘Kenaikan Harga Minyak Dunia: Fundamental atau Spekulasi’ Category

Lonjakan Harga Minyak, Fundamental atau Spekulasi?

Posted by sroestam pada 7 Juli 2008

Harga minyak hampir menyentuh US$140/barel pada 16 Juni 2008. Harga minyak naik sejak awal 2002 dari US$20 dan menembus US$50-an per barel pada 2005. Sejak Januari 2007 sampai sekarang, harga minyak melonjak tajam ke US$130-an. Kenaikan harga minyak saat ini kontradiktif dengan penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Timbul pertanyaan: apakah kenaikan harga minyak terjadi karena perubahan faktor fundamental atau semata-mata karena spekulasi?

Pada 2008, harga minyak bertahan di atas US$90/barel, jauh di atas harga periode 1986-1999 yang hampir selalu di bawah US$20/barel. Bahkan, pada saat krisis Asia 1997-1998, harga minyak rata-rata sekitar US$15/barel.

Harga minyak yang rendah menyebabkan investasi di sektor minyak tidak menarik. Rata-rata pertumbuhan produksi minyak sepanjang periode 1991-2002 sekitar 1,24% per tahun, di bawah pertumbuhan konsumsi minyak dunia. Bahkan, pada 1999 dan 2002, produksi minyak turun 1% per tahun akibat resesi ekonomi dunia.

Sejalan kenaikan harga, produksi minyak sempat naik pada 2003 dan 2004 masing-masing 3,4% dan 4,4% per tahun. Sayangnya memasuki 2005 sampai 2007, produksi kembali stagnan. Data produksi 2007 memperlihatkan penurunan produksi minyak dari negara penghasil utama.

Meskipun negara penghasil minyak utama lain, seperti Rusia, Kanada, dan Brasil menambah produksinya, secara keseluruhan produksi minyak 2007 turun sekitar 0,2% (BP Statistical Review of World Energy, http://www.bp.com). Data kuartal pertama memperlihatkan penurunan produksi berlanjut pada 2008 meskipun harga naik tajam.

Sementara kapasitas produksi minyak sangat terbatas, permintaan minyak pada era 2000-an mengalami lonjakan tajam sejalan kuatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Pada periode 1990-2002, rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia adalah 2,9% per tahun.

Negara-negara industri baru Asia dan Timur Tengah menyumbang sekitar 60% pertumbuhan konsumsi minyak pada era 2003-2006. Sangat kontras dengan negara OECD yang mengonsumsi rata-rata 60% minyak dunia, tetapi kontribusinya pada pertumbuhan konsumsi minyak periode 2003-2006 hanya 10%.

Hampir 40% pertumbuhan permintaan minyak era 2000-an berasal dari konsumsi minyak China. Pada 2000, konsumsi minyak China sekitar 4,8 juta barel/hari, konsumen nomor tiga dunia setelah AS (19,7 juta barel/hari) dan Jepang (5,5 juta barel/hari). Pada 2006, China mengonsumsi 7,2 juta barel/hari dan menjadi konsumen minyak nomor dua dunia, mengalahkan Jepang (5,2 juta barel per hari).

Fakta interaksi penawaran dan permintaan tersebut menunjukkan sebagian besar kenaikan harga minyak periode 2003-2007 dapat dijelaskan oleh faktor fundamental.

Fenomena moneter

AS menghasilkan sekitar 25% output dunia dan juga mengonsumsi sekitar 25% dari total konsumsi minyak dunia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia akan menurunkan permintaan minyak, sehingga harga minyak idealnya turun. Berhubung harga minyak naik dengan cepat pada 2007-2008, fenomena selain faktor fundamental permintaan dan permintaan riil lebih relevan untuk menjelaskannya.

Bandingkan kenaikan harga minyak dalam mata uang dolar AS dan euro. Dari awal 2002 sampai akhir Mei 2008, harga minyak dalam dolar AS naik dari US$21 ke US$127 per barel, total kenaikan sekitar 505%. Dalam mata uang euro, kenaikan harga minyak untuk periode yang sama dari 23 euro menjadi 82 euro per barel, kenaikan sebesar 256%. Selisih kenaikan harga minyak dalam dolar AS dengan euro hampir 250%.

Kenaikan harga minyak dalam dolar AS lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan kenaikan dalam euro. Dari sisi moneter, ini berarti sebagian kenaikan harga minyak dalam dolar AS disebabkan oleh penurunan daya beli dolar AS. Harga komoditas mengalami inflasi, sebaliknya dolar AS mengalami deflasi.

Penurunan daya beli dolar AS berlanjut ketika Federal Reserve menurunkan suku bunga Fed Fund Rate secara agresif dari 5,25% pada akhir Agustus 2007 menjadi 2% pada April 2008.

Dolar AS melemah tajam terhadap mata uang lain, mendorong investor melakukan hedging dengan berinvestasi di komoditas, termasuk minyak. Harga komoditas pun naik dengan cepat.

Pelemahan dolar AS sangat berpengaruh pada keseimbangan moneter dunia karena baik cadangan devisa dunia-sekitar 65% pada 2006-dan perdagangangan dunia menggunakan dolar AS. Oleh karena itu, ekspansi moneter oleh The Fed dan pelemahan dolar AS cenderung menyebabkan inflasi global.

Kenaikan harga minyak akibat kebijakan moneter longgar USA ini sering disebut faktor spekulasi pada penentuan harga minyak. Pada kenyataannya, kebijakan moneter juga faktor fundamental.

Jelaslah faktor fundamental, seperti penawaran, permintaan, dan kebijakan moneter, menjadi penentu utama pergerakan harga minyak. Namun, mengapa banyak pihak menunjuk investor komoditas sebagai spekulan penyebab kenaikan harga? Mengapa pada saat harga minyak turun drastis pada 1986-2001 tidak ada yang berkata “spekulan adalah pahlawan yang menurunkan harga minyak?”

Ada dua faktor utama yang menyebabkan pemerintah menyalahkan spekulan sebagai penyebab kenaikan harga minyak dan komoditas lain. Pertama, peningkatan jumlah investor dan dana yang masuk ke pasar komoditas mempermudah bukti secara empiris, melengkapi teori konspirasi spekulan yang rakus.

Kedua, dan ini yang lebih mungkin, pemerintah AS ingin cuci tangan dari kegagalan menerapkan disiplin moneter. Pemerintah AS, dan juga Eropa, ingin cuci tangan dari kenaikan harga komoditas pangan (seperti beras, gandum, gula, dan minyak sayur) akibat kebijakan subsidi besar pada industri bahan bakar nabati (biofuel) yang merusak komposisi produksi bahan pangan dunia.

Pemerintah Indonesia pun untuk menutupi kegagalan kebijakan energi dan pangan nasional cenderung mengambinghitamkan faktor global kenaikan harga komoditas.

Oleh Siswa Rizali
Ekonom dan Manajer Investasi pada NISP Sekurita

Posted in Kenaikan Harga Minyak Dunia: Fundamental atau Spekulasi | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.