Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

Archive for Januari, 2008

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Iklan

Posted in Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Mengapa Mereka bisa Maju dan Indonesia tetap Terbelakang?

Posted by sroestam pada 25 Januari 2008

Tertarik oleh Lelucon yang dibuat oleh pak Setyanto di Milis MASTEL yang judulnya adalah:

“Kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?”

Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?

Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.

Mari kita buktikan :

“Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru …
meletus balon hijau , dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! -:)

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait
kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang).. kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop!
jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi :
“mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..”
itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

“Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon
cemara..2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Sby.. bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah
dewasa maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang dan Jakarta-Surabaya!

“Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak
jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..”
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg
sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit !
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu anak2 dgn presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah tra la la tri li li!), bukan burung!

“Pok amé amé.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum
susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak2!
Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak
kecil.
Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya
minum susu!

“Nina bobo nina bobo oh nina bobo… kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg penuh nada mengancam.

“Bintang kecil dilangit yg biru…”
(Bintang khan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?)

“Ibu kita Kartini…harum namanya”
(Namanya Kartini atau Harum?)

“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”
(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??)

“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
(kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur….

——————————- saya ingin menyampaikan jawaban yang serius, sbb:————————

“Mengapa Mereka bisa Maju dan Indonesia tetap Terbelakang?”

  1. Perbedaan antara Negara Berkembang/Miskin dengan Negara Maju/Kaya bukan karena umurnya: buktinya, Mesir dan India berumur lebih dari 2000 tahun, sedangkan Astralia, Singapura, Kanada dan New Zealand baru berumur kurang dari 150 tahun, tetapi jauh lebih maju.
  2. Ketersediaan Sumber Daya Alam juga tidak menjamin sebuah negara menjadi maju atau tetap miskin, contohnya, Jepang adalah negara yang kecil ukuran daratannya, serta terbatas sumber daya alamnya, namun bisa menjadi raksasa Ekonomi Dunia, dengan cara mengimpor bahan2 baku dari negara2 berkembang, den mengekspor produk2 jadi ke L.N.
  3. Ras atau warna kulit bukan menjadi penyebab maju atau terbelakangnya sebuah negara, buktinya para imigan asal Asia dan Afrika bisa menjadi Eksekutif, Tenaga Ahli atau Karyawan yang produktif, kreatif dan innovatif ketika mereka tinggal di Amerika atau Eropa.

Kesimpulan dari Analisis tersebut diatas: Perbedaannya ada pada Sikap atau Perilaku (Attitude) dari masyarakat masing-masing negara yang terbentuk melalui proses ratusan tahun dari pendidikan dan kebudayaan.

Berdasarkan penelitian yang mendalam, Negara-negara maju umumnya memiliki 9 Prinsip Dasar Kehidupan sbb:

  1. Etika yang dijunjung tinggi
  2. Kejujuran dan Integritas Masyarakat, Pemerintahan dan Individu yang tinggi
  3. Sikap yang mau bertanggung-jawab
  4. Menghormati hukum dan aturan masyarakat
  5. Menghormati hak warga atau orang lainnya
  6. Mencintai dan menekuni pekerjaan masing-masing
  7. Gemar menabung dan ber-investasi (tidak boros, konsumtif)
  8. Bekerja keras
  9. Tepat waktu

Kesimpulannya, Indonesia miskin dan tetap terbelakang karena masyarakatnya berperilaku kurang tepat, kurang baik, tidak mau menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas sebagaimana layaknya yang dilakukan di banyak negara-negara maju di Dunia ini.

Semoga menjadi renungan kita semua untuk menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas.

(Sumber: saduran dari bahasa asing oleh Bapak Boedi Dayono, Januari 2004)

Posted in Negara Maju vs Terbelakang | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Teknologi NANO untuk Pertanian – Solusi cepat Strategi Pangan Nasional

Posted by sroestam pada 20 Januari 2008

Seorang kawan lama saya, Pakar Teknologi Senior, Dr. Ir. Krishnahadi Pribadi mengirimkan artikel dibawah ini dengan tujuan agar secepatnya dimanfaatkan oleh segenap anak Bangsa Indonesia untuk mempercepat tumbuhnya tanaman, meningkatkan mutu produk pertanian melalui percepatan proses fotosintesa, menghentikan gangguan hama tanaman seperti jamur, serangga, dll.Seperti kita ketahui dari berita-berita pada minggu ini, besarnya persentase import kedele menyebabkan ketergantungan kita terhadap fluktuasi harga Kedel internasional, dengan akibat makin terpuruknya para produsen kecil Tahu dan Tempe nasional, sehingga banyak diantara mereka terpaksa gulung tikar, membuat harga2 produk itu melambung tinggi yang berakibat menyengsarakan masyarakat banyak.Dengan Teknologi Nano ini diharapkan produk Kedele dalam negeri Indonesia dapat ditingkatkan mutunya, dipercepat tumbuhnya, ditingkatkan ketahanannya terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.Dengan teknologi Nano ini, produksi beras, jagung, kentang, sayur2an, dll dapat ditingkatkan volumenya dan mutunya, sehingga menjadi kompetitif terhadap produk-produk import, baik dari sisi harga maupun mutunya.

Semoga informasi ini dapat secepatnya diresponse oleh pihak-pihak yang berkepentingan langsung (Pemerintah, Dept. Pertanian, Bulog, Konglomerat bidang Industri Pertanian, Dept. Koperasi dan UKM, dsb) serta pihak-pihak yang terkait (Kalangan Perbankan, Investor, UKM, Ormas, dll).

Berikut ini adalah artikel lengkap tentang Teknologi Nano:

——————-

TEKNOLOGI NANO UNTUK PERTANIAN

 

PT Nano Hijau bekerja sama dengan Nano Green Sciences Inc. USA, dengan bangga memperkenalkan suatu era baru teknologi nano untuk pertanian. Melalui inovasi di dalam kimia koloida, Nano Green telah mengembangkan suatu Tonik Tanaman yang mengagumkan dengan butir-butir partikel sebesar antara 8 angstrom sampai dengan 4 nanometer (1 nano meter = satu per satu juta milimeter atau 1/1000 mikron). Terobosan skala-nano telah memungkinkan penciptaan bermilyar-milyar “micelles” (sel-sel kecil) yang diaktifkan untuk membentuk apa yang dapat dinamakan “pembersih super”. Tanaman-tanaman dan pepohonan, setelah disemprot dengan larutan Nano Green mengalami percepatan tingkat kegiatan foto-syntesa. Ini kemungkinan besar disebabkan oleh molekul-molekul pembersih berskala-nano yang memungkinkan mereka untuk memasuki stomata daun-daun tanaman tersebut, yang membuatnya menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan energi dari matahari. Foto-syntesa adalah suatu proses di mana tanaman memanfaatkan energi matahari untuk membentuk gula, yang dikonversikan untuk menjadi dasar bagi tepung sari, selulosa, lilin, karbohidrat, minyak dan protein, yang menjadi batu-bata untuk semua pertumbuhan tanaman.

Pada waktu foto-syntesa, dedaunan tanaman atau pohon menggunakan air (dan gas karbon dioksida dari udara) untuk melepaskan oksigen yang kita pakai untuk bernapas. Dedaunan adalah pengumpul sinar matahari (“solar-collector” ) yang penuh sesak dengan sel-sel foto-syntesa. Pada prinsipnya, air dan karbon dioksida masuk ke dalam daun dan gula dan oksigen keluar dari daun.

 

Bila diterapkan pada bahan akar telanjang sebelum ditanam, atau setelah merendam struktur akar di tempat, Nano Green bertindak untuk menstimulasi pertumbuhan baru dan pengembangan dengan melarutkan NPK dari akar-akar, yang dengan demikian meningkatkan penyerapan nutrien. Itu juga memberikan unsur nutrisi bila diterapkan langsing kepada dedaunan dimana Nano Green masuk ke dalam stomata dan diterima langsung oleh tanaman tersebut.

 

Faktor kedua yang memberikan kontribusi kepada hasil-hasil tersebut adalah keberadaan sodium di dalam Nano Green. Sodium adalah kation (ion positip) yang mendorong dan menstimulasi perpindahan pupuk dan nutiren lainnyadari tanah ke dalam tanaman itu sendiri melelui sistem akar. Secara lebih teknis, kation adalah sebuah atom atau kelompok atom yang menyandang muatan listrik positip yang menarik anion-anion yang bermuatan negatip. Mereka menempelkan dirinya dan ikut menumpang ke dalam tanaman. Dengan kata lain, Na+ adalah kendaraan (sodium) yang bermuatan untuk membawa makanan langsung kepada tanaman.

 

Sebagai akibat dari kedua faktor tersebut, tanaman tumbuh lebih cepat, lebih sehat, lebih kuat dan dapat melawan penyakit dengan lebih baik.

Hasil perbandingan pengujian lapangan juga menunjukkan percepatan germinasi yang lebih tinggi dan lebih awal, lebih cepat berbunga dan secara keseluruhan menghasilkan krop yang lebih besar dan lebih banyak.

Yang membuat Nano Green merupakan suatu revolusi yang demikian hebat adalah bahwa ia dapat mencapai keberhasilan yang demikian dengan produk yang ramah lingkungan dan benar-benar “hijau” tanpa polusi. Dibuat dari bahan-bahan makanan yang diapprove oleh FDA Amerika, Nano Green adalah sama sekali tidak toksik dan tidak berbahaya. Ia mempunyai kandungan bio-based yang tinggi dan bio-degradeable secara total dalam kurun waktu 28 hari.

 

Untuk dapat menghargai bagaimana Nano Green mempengaruhi pertumbuhan dengan lebih baik, pertama perlu untuk dijelaskan beberapa elemen dasar mengenai apa yang memberikan kontribusi kepada kesehatan suatu tanaman.

 

Suatu Penjelasan Singkat Mengenai Pertumbuhan Tanaman

 

Bila suatu biji/benih berkecambah, ia mengeluarkan suatu akar embrionik (radicle) yang tumbuh ke dalam tanah, sebagai respons terhadap medan gravitasi bumi. Ketika sel-sel baru bertambah, akar-akarnya memanjang dan menumbuhkan akar rambut dan akar lateral. Akar-akar tersebut tetap saling berhubungan, membangun suatu jaringan sel-sel hidup di seluruh tanah. Di dalam akar sel-sel dalam menjadi mengkhususkan untuk menyalurkan larutan (air + zat-xat yang larut di dalamnya) dari akar ke tunas (melalui xylem) dan dari tunas ke akar (melalui phloem).

Aliran dari tunas ke akar dicapai dengan memuat gula-gula yang diproduksi di daun ke dalam phloem. Larutan yang sarat dengan gula bergerak ke bawah, ke situs-situs yang rendah konsentrasi di dalam akar. Xylemnya, yang membawa larutan dari akar ke tunas, bertindak sebagai seikat tabung-tabung kapiler, mendukung air di dalam reservoir yang vertikal. Dedaunan tanaman secara aktif kehilangan air melalui pori-pori pada permukaan (transpirasi), menarik air di dalam xylem ke atas. Dengan cara begini nutiren-nutrien penting yang diekstrak dari tanah ditransport ke tempat-tempat pertumbuhan dan produksi di dalam tunas.

Permukaan daun berfungsi khusus untuk menangkap energi dari cahaya (foto-syntesa) dan menyimpannya sebagai gula dan zat tepung. Oleh karena itu permukaan atas dari daun harus menghadap ke matahari yang menyebabkan suhu permukaannya untuk meningkat 10 derajat Celcius di atas suhu ambien udara. Untuk mengandalikan kehilangan air kebanyakan daun mempunyai laposan lilin yang kedap air. Lubang-lubang khusus yang mengendalikan kehilangan air (stomata) cenderung jauh lebih banyak di permukaan bagian bawah daun. Akan tetapi dedaunan bukan penerima nutrien yang baik. Aliran masa larutan dari tanah ke akarlah yang paling banyak memberikan makanan untuk tanaman.

 

Hasil Pengujian Awal

 

Oleh karena tanaman yang disemprot dengan Nano Green tampaknya menjadi jauh lebih besar dan tumbuh lebih cepat dibanding yang normal, seorang agronomis di Afrika Selatan/Zambia berteori bahwa faktor-faktor ini disebabkan oleh peningkatan tingkat foto-syntesa. Untuk menguji teori ini, beberapa petak tanaman gandum di semprot dengan Nano Green pada awal musim panas tahun 2005, sedangkan di petak-petak sebelahnya yang berfungsi sebagai pembanding/kontrol, diperlakukan dengan aplikasi pupuk/pestisida biasa. Dedaunan dari tanaman dari kedua petak kemudian digiling dan hasil cairannya di ajukan untuk pengukuran dengan Brix-meter untuk menentukan apakah ada perbedaan tingkat di dalam kandungan gulanya. Mereka terheran-heran menemukan bahwa tanaman yang disemprot dengan Nano Green meunujukkan peningkatan 80% hanya di dalam kurun waktu empat sampai lima hari. Pemilik petak-petak tanah dan para manager crop memandang hal ini sebagai “menakjubkan.”

Untuk mengkonfirmasi penemuan-penemuan ini seruntun pengujian-pengujian dilaksanakan lagi, kali ini di Australia pada akhir musim panas 2005.

Kali ini crop yang diuji adalah kacang makademia. Pengujian ini lebih komprehensive dan disebar dalam kurun waktu yang lebih lama. Cropnya berbeda, tetapi pada lapangan yang berdekatan. Penyemprotan dilakukan dalam kurun waktu empat minggu. Satu kontrol dilakukan pemberhentian penyemprotan sesudah penyemprotan yang pertama untuk menentukan apa yang terjadi terhadap kandungan gula di bawah kondisi yang demikian. Ditambah lagi, satu kontrol diatur untuk mengukur perbandingan langsung antara Nano Green dan dua perlakuan pemupukan standar menggunakan urea dan asam humus, yang hasilnya jauh terlewatkan.

Pengujian-pengujian ini yang sangat lebih menyeluruh, membuktikan bahwa kandungan gula dalam dedaunannya meningkat dengan faktor 50% di dalam perioda tujuh hari penyemprotan, dibandingkan dengan tanaman yang di petak yang bersebelahan. Yang lebih menarik lagi adalah selama tanamannya disemprot dengan siklus 7 atau 10 hari, kandungan gulanya tetap pada tingkat tinggi 50%. Begitu penyemprotan dihentikan, tingkat kadar gulanya menurun ke normal setelah empat sampai lima minggu, ini menunjukkan korelasi langsung antara adanya pemakaian dan tidak adanya pemakaian penyemprotan.

Dalam bulan-bulan berikutnya, banyak lagi berbgai jenis crop yang disemprot dengan Nano Green, yang semuanya mengkonfirmasikan pengamtan bahwa tanaman-tanaman ini matangnya lebih dini, lebih besar dari biasanya dan buah-buahannya lebih besar dan hasilnya sangat lebih banyak. Uji coba ini memuncak dengan penanaman-penanaman di Thailand di awal thun 2006 pada dua varietas padi di tiga provinsi yang berbeda. Laporan pertama yang diterima menyatakan bahwa bibit yang disemprot dengan Nano Green: “ berbunga 7 hari lebih dini dibanding tanaman dengan menggunakan metoda konvensional (pupuk daun+hormone+fungisida+insektisida)”

Ditambahkan lagi,

Padi yang diberi perlakuan Nano Green menunjukkan pembungaan 90% dibandingkan dengan perlakuan biasa yang menunjukkan 70% pembungaan.”

Dan yan paling penting total panen menghasilkan 25% lebih banyak. Padinya juga dipanen satu minggu lebih dini dibandingkan dengan kontrol.

Salah satu dari keuntungan sekunder bagi petani adalah kemampuan Nano Green untuk memberhentikan penularan atau intrusi oleh M. grisea, yang biasa disebut rice blast, suatu penyakit fungi yang menghancurkan s/d 20% tanaman padi setiap tahunnya di seluruh dunia. Hal ini dikonfirmasikan dalam laporannya. Hasil-hasil yang sebanding juga dilaporkan dari enam panen padi Thai berikutnya.

Di bulan-bulan berikutnya sampai dengan September 2007, berbagai hasil pengujian lainnya untuk berbagai tanaman/crop telah diterima. Di Hawaii crop bawang dengan pematangan biasanya 120 hari dapat dipetik, dikarungi dan menjadi tua dalam 90 hari (satu bulan lebih pendek). Di Australia berbagai pengujian melibatkan buah plum, nectarine, lettuce, dan gandum, melaporkan kandungan gula yang sangat lebih tinggi dan pertumbuhna yang lebih besar disamping pengendalian penyakit. Di Cina, suatu sekolah pertanian melaporkan mematikan 90% lebih bagi aphids dan berbagai serangga lainnya di dalam kurun waktu empat hari, sedangkan pengujian lain untuk ketimun yang dilakukan oleh militer melaporkan mematikan 90%+ aphids dan serangga lainnya dan menambahkan bahwa hasil panennya meningkat 9.4% lebih berat. Di Panama, suatu penyebarluasan penyakit jamur yang cepat di perkebunan kopi dapat dihentikan dengan segera. Di Filipina, berbagai pengujian dilakukan untuk berbagai jenis tanaman crop, dari bawang, sampai mangga, sampai tebu, semuanya dengan hasil yang positip. Presiden Kalam dari India memberikan komentar kepada Alvin Bojar, CEO Nano Green, betapa indahnya apabila India dapat meningkatkanhasil panen padinya 10%, dan pada waktu yang sama dapat menghapuskan keracunan toksin yang menyerang banyak petani di berbagai daerah di seluruh negeri.

Pengujian padi di musim panas 2007 di Turkey dan Vietnam mengkonfirmasi peningkatan panen yang signifikan, sedangkan foto-foto dari perkebunan Turkey yang dikirimkan menunjukkan buah zaitun yang besarnya dua kali lipat dari normal. Studi-studi utama di Afrika Selatan mengkonfirmasikan pengendalian jamur di perkebunan-perkebunan anggur di samping beberapa tanaman lainnya. Pada saat ini berbagai pengujian sedang berjalan di Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa Timur.

Ini hanya beberapa rangkuman pendek dari keuntungan-keuntungan positip yang dapat diturunkan dari penggunaan Nano Green. Kami sangat bangga menyediakan kepada industri pertanian di seluruh dunia suatu produk yang tidak hanya memecahkan banyak masalah dasar di dunia yang mempengaruhi produksi crop, tetapi juga dilakukan dengan penghematan yang luar biasa pagi para petani, sambil pada waktu yang sama menghapuskan ancaman keracunan toksik petrokimia di lingkungan kita.

 

Hama dan Fungi yang telah dikendalikan atau dihapuskan melalui penggunaan Nano Green dalam berbagai pengujian:

 

Aphids

Mealy Bugs

Soft Green Scale

False Oleander Scale

Mites/Kutu – merah dan 2 bintik

 

Lalat Putih

Anthracnose

Mildew Tepung

Alternaria

Thrips

————-

Silahkan ditangapi dan disampaikan saran-saran yang positif.

Wassalam,

Administrator Blog

 

Posted in Strategi Pangan Nasional, Teknologi NANO | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 2 Comments »

Bagaimana Kelanjutan Blue Energy dari Air Laut pengganti BBM?

Posted by sroestam pada 20 Januari 2008

Beberapa minggu yang lalu Indonesia dan Dunia Internasinal dihebohkan dengan sebuah penemuan penting abad ini oleh seorang anak bangsa dari Nganjuk, Jawa Timur, yaitu ditemukannya metode pemrosesan air laut menjadi Blue Energy pengganti BBM yang harganya terus melambung tinggi di pasar Dunia Internasional maupun di Dalam Negeri.

Di saat masyarakat sedang was-was tentang rencana Pemerintah untuk menaikkan harga Bensin Premium dari Rp 4.500,-/liter menjadi Rp 6.259,-/liter, maka berita ini sangat menggembirakan masyarakat, ibarat hujan deras yang turun di Padang Pasir yang tandus.

Masyarakat Internasional yang sedang mengikuti Konferensi United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, sempat pula dibuat tercengang atas kehadiran 5 mobil berbahan bakar Blue Energy ini sempat pula dipamerkan di tempat Pameran forum UNFCCC 2007 itu.

Kami sebagai anggota masyarakat yang awam tentang teknologi Blue Energy itu sangat megharapkan agar bila berita penemuan Blue Energy ini benar, maka disarankan agar Pemerintah segera menindaklanjuti penemuan ini untuk memproduksi secara besar-besaran, untuk mengganti BBM yang harganya makin meningkat dari hari-ke-hari.

Kami sangat bersyukr bilamana penemuan Blue Energy ini oleh seorang anak bangsa ini bisa direalisasikan menjadi Bahan Bakar pengganti BBM, agar dapat segera meringankan penderitaan masyarakat atas tingginya harga BBM saat ini.

Namun bila berita ini tidak benar, maka kami memohon dengan hormat agar Pemerintah, melalui Kementrian Negara RISTEK segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak terus-menerus ber-harap2 cemas menantikannya, dan kembali pada kenyataan, serta berusaha mencari alternatif2 lain energy pengganti BBM.

Khusus tentang alternatif lain pengganti BBM, kami dalam waktu dekat akan menginformasikannya di Forum Diskusi Strategi Nasional ini.

Berikut ini adalah cuplikan berita2 resmi tentang Blue Energy untuk ditidaklanjuti, atau dikoreksi bila tidak realistis:

—————————-

Sumber: Situs Presidensby.info

Senin, 3 Desember 2007, 16:00:08 WIB

Tim Blue Energy Sukses Tiba di Bali

Bali : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Senin (3/12) sore, menerima laporan Heru Lelono, Ketua Tim Blue Energy, tentang perkembangan percobaan bahan bakar non fosil yang dinamakan Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu. Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu adalah bahan bakar sintetik yang dibuat dari substitusi molekul Hidrogen dan Karbon tak jenuh. Proses pembuatannya sama dengan minyak fosil, namun dengan kadar emisi yang jauh lebih rendah.

Rombongan kendaraan berbahan bakar Blue Energy berangkat dari kediaman SBY di Puri Cikeas Indah hari Minggu (25/11) sore. Di Bali, rombongan ini mengikuti eksebisi clean air, clean fuel and clean vehicle berkaitan dengan diselenggarakannya Konferensi Internasional Climate Change pada tanggal 3-14 Desember 2007. “Keikutsertaan kita adalah untuk menunjukkan bahwa anak bangsa Indonesia mampu mencari jawaban terhadap masalah-masalah yang dihadapi, khususnya mengenai bahan bakar,” kata Heru kepada wartawan.

Menurut Heru, jenis mobil yang masuk dalam tim antara lain dua Ford Ranger 2500 CC, satu Isuzu Panther 2500 CC Diesel, satu Mazda Familia 1800 CC serta satu Bus Mitsubishi 4000 CC. “Seluruh mobil itu bisa sampai di Denpasar, dan langsung dicek di bengkel yang dilengkapi dengan alat uji emisi dari PBB. Hasilnya, seluruh mobil dalam kondisi yang sangat baik,” jelas Heru.

Tim ekspedisi Blue Energy juga pernah mencoba menggunakan minyak sintetis tersebut pada mesin diesel di Dataran Tinggi Dieng. “Biasanya kalau menggunakan bahan bakar solar akan langsung beku apabila didiamkan semalaman. Namun minyak sintetis sudah dicoba semalaman di sana, dan pagi harinya langsung kita start ternyata bisa, ” kata Heru, didampingi Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng.

Kata Andi, Presiden SBY menyambut baik upaya-upaya kreatif anak bangsa untuk mencari energi alternatif non fosil. “Baik itu
Bio Fuel, Energi Surya dan angin. Dan karena itu, Presiden mendukung upaya-upaya semacam itu dan mengharapkan upaya-upaya itu bisa menjadi upaya yang berskala besar yang bisa memenuhi kebutuhan energi kita,” jelas Andi menutup konferensi pers yang diadakan di depan Sawangan Ballroom, Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali. (mit)

—————————————

Originally Posted by Jawa Pos
JAWA POS Jumat, 30 Nov 2007 Penemu Blue Energy Warga NganjukBerbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBBNGANJUK- Tak banyak yang tahu,penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden
Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah
Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya.
Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY,

Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju
Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on
Climate Change (UNFCCC) 2007.

“Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa
berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per
jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini
benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford
Ranger B 9648 TJ.

Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di
Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai
lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut.
Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu
bus, dan satu truk pengangkut blue energy.

Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari
kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan
dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja
PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .

“Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan
bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia
bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri,” tandas Heru bangga.

Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan,
Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun
Joko itu sangat irit. “Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15
kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya
butuh 25 liter,” tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.

Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru,
keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang
dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember
mendatang.

“Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk
di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres
(pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi
tidak. Coba saja,” tantangnya.

Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut
menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong
knalpot bus. “Sama sekali tidak ada baunya,” kata Djaelani setelah
berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.

Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue
energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. “Sama sekali tidak perlu ada
modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa
pakai,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di
tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. “Mobilnya malah
semakin tidak ada getaran,” lanjutnya bangga.

Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal
kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal
aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat
sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.

Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada
katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian
karbon tertentu,” terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari ayat2
Alquran itu.

Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur,
Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan
mesinnya. “Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin
bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada,” kata ayah enam anak itu.

Yang menarik,

bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. “Kalau air tanah bisa
menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling
bagus nanti bahannya air laut,” terang pria yang selalu menyembunyikan
identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.
(jie)

————————
Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
Wassalam,
Administrator Blog

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom

Posted in Blue Energy dari Air Laut pengganti BBM | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 15 Comments »

Meningkatkan Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu

Posted by sroestam pada 10 Januari 2008

Kemarin, hari Rabu, 9 Januari 2008 jalan Medan Merdeka Barat terasa sangat macet, dari mulai pagi sampai sore hari. Setelah kami selidiki, ternyata Bapak Presiden R.I. Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) menyelenggarakan rapat bersama seluruh jajaran Dept. Perhubungan, dimana pasti dibahas pula permasalah kemacetan lalulintas di jalan-jalan Ibukota R.I. dan kota-kota besar lainnya.

Sore hari sekitar pukul 15:30 ketika kami harus menghadiri sebuah rapat lainnya di Ditjen Postel yang ada di gedung Dept. Budaya dan Pariwisata yang terletak sekitar 200 meter dari tempat rapat yang sebelumnya, di DEPKOMINFO, kami harus menempuhnya dengan mobil selama 30 menit lebih, padahal kalau berjalan kaki hanyalah diperlukan waktu tidak lebih dari 10 menit.

Coba kita bayangkan, kalau saja Bapak Presiden R.I. SBY punya sebuah Operations Room di Istana Merdeka yang dilengkapi dengan peralatan Videoconferencing (yang mungkin sudah tersedia), dan dilakukan Konferensi Jarah Jauh (sekitar 500 meter) antar Istana Merdeka dan Dept. Perhubungan untuk sebuah Rapat Kerja Presiden R.I. dengan Jajaran Dept. Perhubungan seperti kemarin pagi sampai sore, maka berapakah penghematan yang akan diperoleh, yaitu:

  • Biaya Satuan Pengamanan Presiden R.I., 200 orang xRp 100.000,- = Rp20 juta
  • Kerugian waktu kerja sekitar 5.000 orang eksekutif yang terjebak macel selama 30 menit rata2 tiap kali melintas di jalur Jalan Merdeka Barat dan sekitarnya, dimana asumsi gaji para eksekutif rata2 adalah Rp 5 juta/bulan (Rp 25.000/jam)= 5.000 orang x0,5 jam xRp25.000,-/jam =Rp 62,5 juta
  • Biaya bensin mobil 5.000 orang eksekutif yang macet 30 menit, dengan asumsi konsumsi bensin rata2 5 liter =5 liter x5.000 mobil x Rp4.500/liter =Rp112,5 juta

Total penghematan adalah Rp 195 juta karena acara Rapat Kerja Presiden R.I. dengan Jajaran Dept. Perhubungan dilakukan melalui Videoconferencing saja.

Keuntungan lainnya adalah, Rapat Kerja antara Presiden R.I. dengan Jajaran Departemen2 R.I. bisa dilakukan bukan hanya SATU Tahun sekali, melainkan lebih sering, misalnya tiap TIGA Bulan, sebab acara2 ini tidak perlu persiapan yang lama dan mahal, karena dianggap sebagai acara rutin saja. Jadi Kabinet Indonesia Bersatu bisa lebih sering berkoordinasi, sehingga berbagai permasalahan Nasional bisa lebih cepat dicarikan solusi dan penyelesaiannya.

Dari informasi yang kami peroleh kemarin, khabarnya Presiden SBY memberikan arahan pada Jajaran DEPHUB bahwa mulai sekarang tidak boleh lagi ada Laporan ABS (Asal Bapak Senang) yang bisa menjerumuskan bangsa Indonesia.

Dengan penerapan Videoconferencing (Streaming) saat para Menteri (Pembantu Presiden) atau Gubernur sedang melakukan kunjungan ke Daerah, Presiden bisa bertanya langsung kepada Pejabat Daerah, atau salah satu wakil Rakyat di lokasi itu, apakah Laporan yang diterima Presiden itu benar atau ABS. Kepentingan Rakyat di Daerah dengan ini akan terjamin. Mereka juga sangat gembira bisa berbicara langsung dengan Presiden R.I., face-to-face melalui layar Video. Presiden juga tidak kehabisan waktu, serta makin banyak Daerah2 yang dapat dikunjungi tiap Tahun.

Hal lain yang membuat kami sangat optimis bahwa Telecommuting, Teleworking atau Home Working ini dapat segera dilaksanakan di Indonesia adalah Response mendukung dari para Alumni pendidikan Luar Negeri (sementara baru dari Alumni Australia, belum dari yang lainnya, seperti AS, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Jepang, Kanada, dll) melalui Mailing List alumni@adsjakarta.or.id yang kami lampirkan pada “Comments” dibawah ini.

Posted in Peningkatan Kinerja Kabinet | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Hello world!

Posted by sroestam pada 10 Januari 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »