Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • April 2015
    S S R K J S M
    « Sep    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • U.S. targets overseas cyber attackers with new sanctions program 1 April 2015
      The Obama administration on Wednesday launched the first-ever sanctions program to financially punish individuals and groups outside the United States that are engaged in malicious cyber attacks. U.S. President Barack, in an executive order, declared such activities a "national emergency" and allowed the U.S. Treasury to freeze the assets and bar o […]
    • Amazon launches button for instant product ordering 31 Maret 2015
      (Reuters) - Online retailer Amazon.com Inc has launched a hardware that allows its Prime members to order a product by pushing a button. The 'Dash button', which is connected with the Amazon app through Wi-Fi, is brand specific and the company has tied up with household names such as Tide, Huggies and Gillette. Reuters had reported in September tha […]
    • Uber files complaints against German and Spanish bans 1 April 2015
      By Julia Fioretti BRUSSELS (Reuters) - Uber has filed complaints with Brussels against Spain and Germany over their bans on the mobile phone taxi-hailing service, ramping up the U.S. company's battle against legal challenges across Europe. The European Commission confirmed on Wednesday it had received a complaint against a German ban on Uber offering it […]
    • RadioShack co-branding of stores with Sprint wins court approval 31 Maret 2015
      A plan to salvage RadioShack Corp’s business by co-branding most of its 1,740 surviving stores with cellular phone provider Sprint Corp earned U.S. bankruptcy court approval on Tuesday, ending four days of contested court hearings. The stores are what survived of more than 4,000 outlets after RadioShack went bankrupt in February. Judge Brendan Shannon, in De […]
    • Japan's Sony Corp. halves stake in Olympus 1 April 2015
      Japan's Sony Corp has halved its stake in camera and endoscope maker Olympus Corp and is no longer its top shareholder, according to Olympus. Sony now owns 5 percent of Olympus shares compared to 10 percent as of end-September 2014, Olympus said in a statement. Sony bought shares in Olympus in 2012, providing it with cash to fix its depleted finances af […]
    • Tandoori microwaves help Samsung woo India, counter global dip 1 April 2015
      By Nivedita Bhattacharjee MUMBAI (Reuters) - Microwave ovens that cook tandoori bread, smartphones that understand Tamil and washing machines designed to deal with humid, dusty cities: all part of Samsung Electronics' push to conquer India and offset a global slump. The consumer electronics giant is betting big on Asia's third-largest economy, at a […]
    • A roundup of every April Fools’ Day joke from Google 1 April 2015
      Is there anything worse than tech companies putting together April Fools’ Day jokes? No, there probably isn’t, but at least there are a few companies out there that actually manage to pull off some April Fools’ Day pranks that at least a few people out there will actually find amusing. Google is typically among the best of the bunch, with past pranks that in […]
    • Smartphones a lifeline for many Americans: study 1 April 2015
      Americans love their smartphones and rely on them as a key way to go online, but many find the cost too steep, a survey showed Wednesday. The Pew Research Center found some 64 percent of American adults owned a smartphone as of the survey last year, almost double the percentage of 2011.
    • Obama signs order creating new cyber sanctions program 1 April 2015
      WASHINGTON (AP) — President Barack Obama on Wednesday created the first-ever sanctions program to penalize overseas hackers who engage in cyber spying and companies that knowingly benefit from the fruits of that espionage, potentially including state-owned corporations in Russia and China.
    • 'Furious 7' film shows off sharp new Imax laser technology 1 April 2015
      LOS ANGELES (AP) — Deeper blacks, brighter whites, even bigger screens and better sound. When the high-speed action sequel "Furious 7" debuts this weekend, audiences at Hollywood's famous TCL Chinese Theatre will see every tire skid and fistfight in Imax's brand-new laser format.
  • Halaman

Posts Tagged ‘7-besar ekonomi dunia’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Posted in Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.