Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

Bagaimana Kelanjutan Blue Energy dari Air Laut pengganti BBM?

Posted by sroestam pada 20 Januari 2008

Beberapa minggu yang lalu Indonesia dan Dunia Internasinal dihebohkan dengan sebuah penemuan penting abad ini oleh seorang anak bangsa dari Nganjuk, Jawa Timur, yaitu ditemukannya metode pemrosesan air laut menjadi Blue Energy pengganti BBM yang harganya terus melambung tinggi di pasar Dunia Internasional maupun di Dalam Negeri.

Di saat masyarakat sedang was-was tentang rencana Pemerintah untuk menaikkan harga Bensin Premium dari Rp 4.500,-/liter menjadi Rp 6.259,-/liter, maka berita ini sangat menggembirakan masyarakat, ibarat hujan deras yang turun di Padang Pasir yang tandus.

Masyarakat Internasional yang sedang mengikuti Konferensi United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, sempat pula dibuat tercengang atas kehadiran 5 mobil berbahan bakar Blue Energy ini sempat pula dipamerkan di tempat Pameran forum UNFCCC 2007 itu.

Kami sebagai anggota masyarakat yang awam tentang teknologi Blue Energy itu sangat megharapkan agar bila berita penemuan Blue Energy ini benar, maka disarankan agar Pemerintah segera menindaklanjuti penemuan ini untuk memproduksi secara besar-besaran, untuk mengganti BBM yang harganya makin meningkat dari hari-ke-hari.

Kami sangat bersyukr bilamana penemuan Blue Energy ini oleh seorang anak bangsa ini bisa direalisasikan menjadi Bahan Bakar pengganti BBM, agar dapat segera meringankan penderitaan masyarakat atas tingginya harga BBM saat ini.

Namun bila berita ini tidak benar, maka kami memohon dengan hormat agar Pemerintah, melalui Kementrian Negara RISTEK segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak terus-menerus ber-harap2 cemas menantikannya, dan kembali pada kenyataan, serta berusaha mencari alternatif2 lain energy pengganti BBM.

Khusus tentang alternatif lain pengganti BBM, kami dalam waktu dekat akan menginformasikannya di Forum Diskusi Strategi Nasional ini.

Berikut ini adalah cuplikan berita2 resmi tentang Blue Energy untuk ditidaklanjuti, atau dikoreksi bila tidak realistis:

—————————-

Sumber: Situs Presidensby.info

Senin, 3 Desember 2007, 16:00:08 WIB

Tim Blue Energy Sukses Tiba di Bali

Bali : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Senin (3/12) sore, menerima laporan Heru Lelono, Ketua Tim Blue Energy, tentang perkembangan percobaan bahan bakar non fosil yang dinamakan Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu. Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu adalah bahan bakar sintetik yang dibuat dari substitusi molekul Hidrogen dan Karbon tak jenuh. Proses pembuatannya sama dengan minyak fosil, namun dengan kadar emisi yang jauh lebih rendah.

Rombongan kendaraan berbahan bakar Blue Energy berangkat dari kediaman SBY di Puri Cikeas Indah hari Minggu (25/11) sore. Di Bali, rombongan ini mengikuti eksebisi clean air, clean fuel and clean vehicle berkaitan dengan diselenggarakannya Konferensi Internasional Climate Change pada tanggal 3-14 Desember 2007. “Keikutsertaan kita adalah untuk menunjukkan bahwa anak bangsa Indonesia mampu mencari jawaban terhadap masalah-masalah yang dihadapi, khususnya mengenai bahan bakar,” kata Heru kepada wartawan.

Menurut Heru, jenis mobil yang masuk dalam tim antara lain dua Ford Ranger 2500 CC, satu Isuzu Panther 2500 CC Diesel, satu Mazda Familia 1800 CC serta satu Bus Mitsubishi 4000 CC. “Seluruh mobil itu bisa sampai di Denpasar, dan langsung dicek di bengkel yang dilengkapi dengan alat uji emisi dari PBB. Hasilnya, seluruh mobil dalam kondisi yang sangat baik,” jelas Heru.

Tim ekspedisi Blue Energy juga pernah mencoba menggunakan minyak sintetis tersebut pada mesin diesel di Dataran Tinggi Dieng. “Biasanya kalau menggunakan bahan bakar solar akan langsung beku apabila didiamkan semalaman. Namun minyak sintetis sudah dicoba semalaman di sana, dan pagi harinya langsung kita start ternyata bisa, ” kata Heru, didampingi Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng.

Kata Andi, Presiden SBY menyambut baik upaya-upaya kreatif anak bangsa untuk mencari energi alternatif non fosil. “Baik itu
Bio Fuel, Energi Surya dan angin. Dan karena itu, Presiden mendukung upaya-upaya semacam itu dan mengharapkan upaya-upaya itu bisa menjadi upaya yang berskala besar yang bisa memenuhi kebutuhan energi kita,” jelas Andi menutup konferensi pers yang diadakan di depan Sawangan Ballroom, Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali. (mit)

—————————————

Originally Posted by Jawa Pos
JAWA POS Jumat, 30 Nov 2007 Penemu Blue Energy Warga NganjukBerbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBBNGANJUK- Tak banyak yang tahu,penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden
Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah
Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya.
Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY,

Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju
Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on
Climate Change (UNFCCC) 2007.

“Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa
berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per
jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini
benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford
Ranger B 9648 TJ.

Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di
Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai
lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut.
Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu
bus, dan satu truk pengangkut blue energy.

Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari
kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan
dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja
PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .

“Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan
bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia
bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri,” tandas Heru bangga.

Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan,
Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun
Joko itu sangat irit. “Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15
kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya
butuh 25 liter,” tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.

Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru,
keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang
dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember
mendatang.

“Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk
di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres
(pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi
tidak. Coba saja,” tantangnya.

Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut
menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong
knalpot bus. “Sama sekali tidak ada baunya,” kata Djaelani setelah
berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.

Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue
energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. “Sama sekali tidak perlu ada
modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa
pakai,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di
tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. “Mobilnya malah
semakin tidak ada getaran,” lanjutnya bangga.

Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal
kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal
aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat
sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.

Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada
katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian
karbon tertentu,” terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari ayat2
Alquran itu.

Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur,
Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan
mesinnya. “Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin
bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada,” kata ayah enam anak itu.

Yang menarik,

bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. “Kalau air tanah bisa
menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling
bagus nanti bahannya air laut,” terang pria yang selalu menyembunyikan
identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.
(jie)

————————
Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
Wassalam,
Administrator Blog

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom

Iklan

15 Tanggapan to “Bagaimana Kelanjutan Blue Energy dari Air Laut pengganti BBM?”

  1. Hermawan AW,S.Pd said

    Syukur Alhamdulillah kalau memang begitu,shg bangsa Indonesia ikut terangkat seperti negara maju dimana WN nya telah menemukan chip (prosesor) komputer,mesin mobil&motor, dll. Jika memang pemerintah/pihak yang terkait menyadari hal itu maka harus memberi hak paten dan royalti yg seharusnya diterima oleh pak Heru Suprapto sebagai penemunya..misal dengan mempercaya beliau untuk menjadi pemimpin jika suatu saat didirikan pabrik BBA tersebut.sisi positif lainnya adalah akan terkuranginya angka pengangguran di negara Indonesia tercinta ini..Ingat,negara kita adalah negara hukum yg menjunjung hak setiap Warga Negaranya. Dan untuk pak Heru, tetaplah berusaha dan juga para putra Indonesia di selurug nusantara. Semoga jasanya ini,amal pak Heru mendapatkan imbalan pahala dari Allah SWT,amin.

  2. surya said

    Patut kita syukuri penemuan tersebut dan sebaiknya pemerintah melalui menristeknya terus menerus mempubilkasikan perkembangan blue energy ini kepada masyarakat lewat surat kabar sebagai harapan membaiknya kondisi ekonomi negara ini akibat kenaikan harga bbm.
    Cuma saya sangat-sangat khawatir para bandar minyak dari masyarakat maupun dari PENGUASA dan MANTAN PENGUASA NEGERI INI merasa terancam dgn adanya kabar blue energy ini dan membuat rencana kotor untuk menggagalkan indonesia memiliki blue energy sehingga MEREKA TETAP MENIKMATI KEUNTUNGAN YG BERLIMPAH DARI KESENGSARAAN RAKYAT INDONESIA.
    KAWAL BLUE ENERGY!

  3. analize for this invention must be made proven first by authorized laboratory, and the analitical result published widely open. Sample is taken and bring to laboratory. Seconly process owner must explain to authorized people to prove his invention

  4. sepanyul said

    Blue Energy, sebelumnya ada Nutrisi Saputra, sebelumnya ada pengomposan, sebelumnya ada konservasi hutan, ada konservasi lahan, ada ini dan itu banyak sekali………………
    Terpenting dari semuanya adalah peran Pemerintah sebagai Top Authority, sudah selayaknya membuat kebijakan publik yang tidak tumpang tindih antara pusat dan daerah, dan berkesinambungan dari tahun ke tahun. WALAUPUN, sang pemimpin ganti.

  5. WIS MAS KAKEHAN KOMENTARKU yang jelas berita blue energy ini akan redup sendiri wong cuma akal akalannya si Joko Tarub kok

  6. NO NO said

    Sedikitpun aku gak percaya, aku kasihan sama Bpk Presiden SBY yang ditepu sama orang2 gak jelas semua. Itu orang2 coba dicek satu2 siapa dia itu sebenarnya, wong saya kenal banget tuh sama orang yang bernama HL.
    Dah lah yang logis2 aja, manfaatkan aja lembaga2 penelitian yang profesional, bubarkan lembaga2 penelitian yang diluar kampus, biar kampusnya juga pada maju.

  7. Rinaldy said

    Luar biasa penemuan dari Kang Djoko ini yang tidak pernah terpikirkan oleh kebanyakan Ilmuan yang hanya ngomong doang. Juga dengan orang2 yang berpikiran negatif dan tidak membangun bagaimana bangsa ini akan bangkit kalo komentarnya menjatuhkan orang dengan pikiran yang sempit……Mudah2 dengan penemuan ini Indonesia akan keluar dari krisis BBM ini

  8. memed said

    apa yang sudah anda perbuat untuk kepentingan orang banyak ?

    semua berawal dari harapan, bagaimana mewujudkankan harapan ?

    siapa yang menyangka akan ada internet ?
    ( ih ngarang deh kamu … )

    siapa yang menyangka akan ada mobilephone ?
    ( mana mungkin … )

    urusan tipu menipu adalah urusan yang menipu dan yang ditipu.

    hai yang orang2 pintar … kamu sudah mengamalkan ilmu kamu belum untuk kepentingan orang banyak ? sekecil apapun pengamalan ilmu kamu akan dapat banyak membantu orang-orang lainnya.

    (maaf, saya lagi sebel aja sama orang orang yang mencela temuan temuan, terlepas dari tipuan tipuan) kelihatan pintar tapi ternyata tidak pintar, kelihatan tidak pintar, ternyata pintar.

    ingat… ingat… kepintaran bukan untuk dijadikan kamu sombong, tapi untuk diamalkan .. diamalkan .. bermanfaat untuk orang banyak …

    bijaksanalah …
    daripada bilang dia menipu …
    dari pada bilang tidak munkin …
    lebih baik membawa sesuatu hasil karya tandingan yang lebih baik.

    jangan membandingkan, itu juga tidak baik
    kalo amerika atau jepang atau jerman tidak bisa,
    pasti di indonesia juga tidak bisa, ini tidak benar.

    maju indonesia, indonesia hebat !

    lupakan joko, ayo jadi joko yang bener
    ( maksudnya temukan sesuatu untuk orang banyak )

  9. sroestam said

    Pengumuman resmi Kementrian Ristek menurut berita Harian Kompas Selasa 3 Juni 2008 menyebutkan bahwa sample “Blue Energy” sdr. Djoko ternyata bukan dibuat dari air laut, tetapi dari bahan baku minyak bumi. Ini adalah hasil analisis Chromatographi di Laboratorium Kementrian Ristek. Universitas Gajah Mada beberapa waktu y.l. juga menghasilkan kesimpulan yang sama, bahan bakunya dari minyak bumi (Hidrokarbon), bukan air laut seperti di-klaim oleh Sdr. Djoko Supriyanto.

    Silahkan anda sekalian ambil kesimpulan. Kalau perlu, silahkan tanya ke Kementrian Ristek R.I.

  10. tomy said

    By: sroestam on Juni 3, 2008
    at 8:30 am
    Pengumuman resmi Kementrian Ristek menurut berita Harian Kompas Selasa 3 Juni 2008 menyebutkan bahwa sample “Blue Energy” sdr. Djoko ternyata bukan dibuat dari air laut, tetapi dari bahan baku minyak bumi. Ini adalah hasil analisis Chromatographi di Laboratorium Kementrian Ristek. Universitas Gajah Mada beberapa waktu y.l. juga menghasilkan kesimpulan yang sama, bahan bakunya dari minyak bumi (Hidrokarbon), bukan air laut seperti di-klaim oleh Sdr. Djoko Supriyanto.

    Silahkan anda sekalian ambil kesimpulan. Kalau perlu, silahkan tanya ke Kementrian Ristek R.I.

    Detik tidak ada kredibilitas kolekting data pak, hex3 Dari Bogor ke Bali bukti nyata.
    Dan di Dunia dan di Indonesia blue energy sudah di kembangkan.
    http://rovicky.wordpress.com/2008/06/02/tidak-semua-hoax-itu-100-salah/

  11. tomy said

    Termasuk juga kompas, Stanley Meyer dan Panacea University, blue energy memang kontroversial tapi di era informasi ini adalah tantangan.

    Minilab kecil sudah bisa kok uji coba ini, gak perlu menristek atau universitas. dan terbukti.. cari aja di youtube under water fueled cell.

    semoga manfaat buat bapak.

  12. sroestam said

    DikTomy Yth,
    Terimakasih atas info-nya.
    Ternyata tidak semua hoax itu 100% salah.
    Ada benarnya, hanya saja produksi Blue Energy saat ini belum ekonomis.

  13. Pramudita said

    Hooh…se-7 dari pada ngurusin orang, mending cari sumber energi sendiri

  14. paijooo said

    duh. blue energi. kayaknya aneh. tapi kayaknya bagus tu buat diteliti lebih. itung-itung nambah koleksi bahan-bakar alternatif

  15. kata istilah dalam admob…

    I found your entry interesting thus I’ve added a Trackback to it on my weblog :)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: