Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

Posts Tagged ‘Teleworking’

Dapatkah Perubahan Budaya Kerja Teleworking Mencegah kenaikan Harga BBM Dalam Negeri?

Posted by sroestam pada 16 Mei 2008

Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu dalam hari-hari ini sedang dalam proses memantapkan kebijakan untuk menaikkan harga BBM, sebagai salah satu cara untuk mengurangi subsidi BBM akibat dari naiknya harga-harga minyak mentah di Pasar Internasional.

Indonesia dahulunya adalah termasuk negara peng-ekspor minyak dunia dan sampai saat ini masih menjadi Anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Peng-ekspor Minyak), walaupun saat ini Indonesia sudah menjadi negara yang meng-impor minyak (net oil importing country), sebab kebutuhan akan minyak mentah Indonesia sudah mencapai 1,2 juta barrel per hari, versus Produksi Minyak Mentah sebesar sekitar 1 juta barrel per hari. Namun perlu kita ketahui bahwa Indonesia juga adalah peng-ekspor Gas Bumi (LNG) terbesar di dunia, peng-ekspor Batubara, dan peng-ekspor terbesar CPO yang dapat digunakan sebagai Biofuel.

Kalau saja berbagai bentuk energi tersebut diatas dapat dipertukarkan, maka sebenarnya Indonesia adalah negeri “Net Exporter of Energy”. Sehingga secara makro, maka dampak kenaikan harga BBM dunia malah akan sangat menguntungkan Indonesia, bertambahnya Devisa Negara karena sebagai “Net Exporter of Energy”. Dana besar ini malah dapat dipakai untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia.

Di Indonesia telah pula diketahui banyak sumber energi alternatif sebagai supplement atau pengganti energi BBM, yaitu:

  1. Biogas yang berasal dari kotoran sapi,

  2. Etanol yang berasal dari tanaman Enau (satu pohon enau dapat menghasilkan 1-liter etanol murni) yang merupakan biofuel.

  3. Briket Arang yang dibuat dari sampah kota (diproduksi di Ciamis dengan harga Rp 1.600/kg briket arang),

  4. Bahan bakar dari serbuk gergaji (di lokasi-lokasi penggergajian kayu), dll

  5. Energi matahari yang diubah menjadi energi listrik dengan Solar Panel (dipakai di pedalaman Kalimantan Tengah),

  6. Energi Ombak yang diubah menjadi energi listrik di Panati Selatan Pulau Jawa.

  7. Energi Angin yang dapat dikombinasikan dengan energi matahari untuk mengisi Battery Penyimpan Energi Listrik,

  8. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Itu semua kalau secara intensif dan dilakukan secara terkoordinasi di seluruh Indonesia, maka hasilnya akan berupa pengurangan kebutuhan BBM yang cukup signifikan.

Kembali kepada topik utama, maka kami akan uraikan bahwa dengan merubah budaya kerja dari bekerja masuk kekantor tiap hari (5-hari atau 6-hari kerja), menjadi budaya bekerja jarak jauh atau Teleworking, Indonesia akan dapat menghemat pemakaian BBM lebih banyak lagi. Dengan Teleworking, maka para karyawan tidak lagi harus masuk kantor tiap hari, tetapi cukup masuk kantor 1 -hari atau 2-hari saja dalam 1-minggu.

Sudah tentu tidak semua jenis pekerjaan dapat dilaksanakan secara jarak jauh. Yang cocok untuk kerja jarak jauh adalah pekerjaan para Top Executives, Managers, dan karyawan yang hanya memerlukan kerja otak saja yang dapat melaksanakan kerja jarak jauh. Masuk kantor secara fisik hanya diperlukan saat akan konsultasi dengan Pimpinan atau Staff, dan rapat-rapat yang memerlukan kehadiran fisik.

Di Indonesia saat ini terdapat sejumlah 27 juta orang yang sehari-harinya biasa mengakses Internet untuk berbagai keperluan bisnis maupun non-bisnis. Dengan asumsi bahwa hanya 50%-nya dari jumlah tersebut diatas yang dapat atau mau melakukan Teleworking (Kerja Jarak Jauh), dan asumsi penghematan BBM sebesar 5-liter per hari per orang, maka Total penghematan BBM dapat mencapai:

  • 27-jutax50%x5-liter = 67,5 juta liter per hari, atau

  • 67,5-juta liter x 360 hari = 24,27 juta liter per tahun

Dengan harga Bensin rata-rata Rp 5000/liter, maka akan dihemat dana subsidi BBM sebesar Rp 121,35 milyar per tahun.

Keuntungan lainnya dari penerapan Budaya Teleworking adalah berkurangnya kepadatan lalulintas, sehingga memperlancar transportasi di kota-kota besar di Indonesia.

Kesimpulan dari analisis ini:

  1. Dampak terbesar yang dapat diperoleh untuk mencegah naiknya Harga BBM di dalam negeri adalah melalui pengaturan pendapatan negara dari hasil penjualan Ekspor Energi Indonesia, sebab Indonesia adalah “Net Exporter Energy”, serta restrukturisasi penggunaan BBM di dalam negeri (tingkatkan pemakaian energi dari gas bumi, dan kurangi pemakaian energi BBM).

  2. Extensifikasikan penggunaan Energi Alternatif untuk menghemat BBM

  3. Kembangkan Budaya Kerja Jarak Jauh, yang dapat menghemat energi BBM secara moderat, serta mengurangi kemacetan lalulintas.

Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan para Pemimpin di negeri ini dalam upaya mensejahterakan Rakyat Indonesia.

Iklan

Posted in Teleworking vs Kenaikan BBM | Dengan kaitkata: , , , , , | 1 Comment »

Meningkatkan Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu

Posted by sroestam pada 10 Januari 2008

Kemarin, hari Rabu, 9 Januari 2008 jalan Medan Merdeka Barat terasa sangat macet, dari mulai pagi sampai sore hari. Setelah kami selidiki, ternyata Bapak Presiden R.I. Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) menyelenggarakan rapat bersama seluruh jajaran Dept. Perhubungan, dimana pasti dibahas pula permasalah kemacetan lalulintas di jalan-jalan Ibukota R.I. dan kota-kota besar lainnya.

Sore hari sekitar pukul 15:30 ketika kami harus menghadiri sebuah rapat lainnya di Ditjen Postel yang ada di gedung Dept. Budaya dan Pariwisata yang terletak sekitar 200 meter dari tempat rapat yang sebelumnya, di DEPKOMINFO, kami harus menempuhnya dengan mobil selama 30 menit lebih, padahal kalau berjalan kaki hanyalah diperlukan waktu tidak lebih dari 10 menit.

Coba kita bayangkan, kalau saja Bapak Presiden R.I. SBY punya sebuah Operations Room di Istana Merdeka yang dilengkapi dengan peralatan Videoconferencing (yang mungkin sudah tersedia), dan dilakukan Konferensi Jarah Jauh (sekitar 500 meter) antar Istana Merdeka dan Dept. Perhubungan untuk sebuah Rapat Kerja Presiden R.I. dengan Jajaran Dept. Perhubungan seperti kemarin pagi sampai sore, maka berapakah penghematan yang akan diperoleh, yaitu:

  • Biaya Satuan Pengamanan Presiden R.I., 200 orang xRp 100.000,- = Rp20 juta
  • Kerugian waktu kerja sekitar 5.000 orang eksekutif yang terjebak macel selama 30 menit rata2 tiap kali melintas di jalur Jalan Merdeka Barat dan sekitarnya, dimana asumsi gaji para eksekutif rata2 adalah Rp 5 juta/bulan (Rp 25.000/jam)= 5.000 orang x0,5 jam xRp25.000,-/jam =Rp 62,5 juta
  • Biaya bensin mobil 5.000 orang eksekutif yang macet 30 menit, dengan asumsi konsumsi bensin rata2 5 liter =5 liter x5.000 mobil x Rp4.500/liter =Rp112,5 juta

Total penghematan adalah Rp 195 juta karena acara Rapat Kerja Presiden R.I. dengan Jajaran Dept. Perhubungan dilakukan melalui Videoconferencing saja.

Keuntungan lainnya adalah, Rapat Kerja antara Presiden R.I. dengan Jajaran Departemen2 R.I. bisa dilakukan bukan hanya SATU Tahun sekali, melainkan lebih sering, misalnya tiap TIGA Bulan, sebab acara2 ini tidak perlu persiapan yang lama dan mahal, karena dianggap sebagai acara rutin saja. Jadi Kabinet Indonesia Bersatu bisa lebih sering berkoordinasi, sehingga berbagai permasalahan Nasional bisa lebih cepat dicarikan solusi dan penyelesaiannya.

Dari informasi yang kami peroleh kemarin, khabarnya Presiden SBY memberikan arahan pada Jajaran DEPHUB bahwa mulai sekarang tidak boleh lagi ada Laporan ABS (Asal Bapak Senang) yang bisa menjerumuskan bangsa Indonesia.

Dengan penerapan Videoconferencing (Streaming) saat para Menteri (Pembantu Presiden) atau Gubernur sedang melakukan kunjungan ke Daerah, Presiden bisa bertanya langsung kepada Pejabat Daerah, atau salah satu wakil Rakyat di lokasi itu, apakah Laporan yang diterima Presiden itu benar atau ABS. Kepentingan Rakyat di Daerah dengan ini akan terjamin. Mereka juga sangat gembira bisa berbicara langsung dengan Presiden R.I., face-to-face melalui layar Video. Presiden juga tidak kehabisan waktu, serta makin banyak Daerah2 yang dapat dikunjungi tiap Tahun.

Hal lain yang membuat kami sangat optimis bahwa Telecommuting, Teleworking atau Home Working ini dapat segera dilaksanakan di Indonesia adalah Response mendukung dari para Alumni pendidikan Luar Negeri (sementara baru dari Alumni Australia, belum dari yang lainnya, seperti AS, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Jepang, Kanada, dll) melalui Mailing List alumni@adsjakarta.or.id yang kami lampirkan pada “Comments” dibawah ini.

Posted in Peningkatan Kinerja Kabinet | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »