Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

Krisis Finansial 2008: Dollar AS dan Yen menguat, Matauang lainnya melemah – Mari kita analisis sebabnya

Posted by sroestam pada 26 Oktober 2008

Terbetik berita pada hari Sabtu 25 Oktober 2008 Matauang Dollar AS dan Yen Jepang menguat, sedangkan Matauang negara-negara lainnya melemah. Mengapa? Padahal Krisis Finansial 2008 ini dipicu oleh kegagalan perusahaan Kredit Perumahan AS Fannie Mae dan Freddie Mac, kemudian disusul oleh perusahaan-perusahaan asuransi AIG dan pemberi kredit raksasa Lehman Brothers, dan Pasar Saham Wall Street, sampai-sampai Pemerintah AS harus memberikan talangan Bailout Wall Street sebesar US$700 milyar, AIG sebesar US$89 milyar, perbankan AS sebesar US$250 milyar! Defisti Anggaran AS mencapai US$ 450 milyar tahun 2008, defisit Anggaran secara kumulatif telah mencapai lebih dari US$11,3 milyar.

Penyebab terjadinya pelemahan Matauang negara-negara lain akibat krisis itu adalah karena sistem perdagangan Internasional yang berbasis Dollar AS, penggunaan Matauang Dollar AS sebagai cadangan Devisa hampir semua negara didunia ini. Melemahnya nilai matauang negara-negara lain ini adalah sebagai akibat dari menurunnya volume perdagangan dunia akibat menurunnya daya-beli masyarakat AS yang merupakan sepertiga volume perdagangan dunia, ekspor produk dan jasa dari negara-negara ini juga ikut menurun, dengan akibat berkurangnya cash-flow Dollar AS di negara-negara lain itu. Ini memicu kepanikan masyarakat untuk membeli Dollar AS di negara-negara lain untuk dip[akai sebagai simpanan, akibatnya matauang negara-negara lain itu juga melemah terhadap Dollar AS. Jepang sebagai negara Industri besar masih mampu memproduksi barang dan jasa untuk diekspor sebagain besarnya ke negara-negara lain diluar AS, sehingga matauang Yen masih tetap kuat karena masih dibutuhkan.

Secara logika, seharusnya matauang Dollar AS yang melemah, sebab terjadi penambahan kertas-kertas uang Dollar AS hasil pencetakan oleh Bank Sentral AS (The Fed) untuk meningkatkan liquiditas keuangan AS akibat Krisis Finansial 2008, dengan menyuntikkan uang itu kedalam sirkulasi uang di AS lebih dari US$1 Trilyun dalam waktu yang singkat, tanpa ada hasil produksi barang dan jasa apapun, atau jaminan cadangan lempengan-lempengan logam emas di Kas The Fed! Suntikan dana liquiditas di AS itu tidak lebih dari mencetak lembar-lembar kertas Dollar AS dari percetakan The Fed!

Namun adanya berita akan merebaknya Krisis Finansial 2008 ke negara-negara lain itu saja sudah mampu merontokkan harga saham di Pasar-pasar Modal negara-negara lain, dengan akibat kerugian besar para pemegang saham-saham itu, tanpa ada transaksi perdagangan apapun, sebab semuanya dihitung memakai matauang Dollar AS! Ini makin menimbulkan kepanikan para pemilik modal untuk segera menjual saham-saham mereka, sehingga memicu reaksi berantai untuk menurunkan nilai asset perusahaan-perusahaan lokal. Dampak berikutnya adalah melemahnya matauang negara-negara lain diluar AS akibat digunakannya matauang Dollar AS sebagai referensi harga dan perdagangan saham dan perdagangan Internasional.

Kita salut terhadap Pemerintahan Presiden SBY yang pagi-pagi sudah menyarankan agar masyarakat Indonesia jangan panik dengan melakukan pelepasan saham-saham mereka di Pasar Modal lokal, serta menimbun Dollar AS. Tetapi tanpa ada penjelasan yang logis dan rasional mengapa kita harus tidak panik, sebab yang krisis Finansial adalah Amerika Serikat, mengapa kita harus ikut-ikutan krisis? Ekpor kita ke AS hanyalah bagian kecil dari ekspor nasional Indonesia.

Jadi kami sarankan agar Pemerintah lebih gencar lagi menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak jadi panik, dengan alasan-alasan yang jelas dan logis seperti kami sebutkan diatas. Selanjutnya Pemerintah tidak lagi ikut-ikutan menjadikan matauang Dollar AS sebagai cadangan Devisa, dan digantikan oleh lempengan-lempengan emas (dari pabrik emas Free Port di Papua, Indonesia) atau uang Dinar yang dijamin oleh emas betulan. Pemerintah juga agar mengharuskan perdagangan saham perusahaan Indonesia dengan matauang Rupiah, bukan Dollar AS, sehingga matauang Dollar AS itu akan turun nilainya di Indonesia, sebab tidak lagi menjadi media transaksi perdagangan di Indonesia. Demikian juga semua transaksi pembayaran di Hotel-hotel Indonesia, toko-toko, mal-mal, souvenier shops, dll,  hanya boleh dengan matauang Rupiah, bukan matauang Dollar AS!.

Kami yakin dan percaya, bila saran-saran tersebut diatas dilakukan oleh Pemerintah dan Kalangan Bisnis di Indonesia, maka matauang Rupiah akan menguat terhadap Dollar AS dan bangsa Indonesia akan terselamatkan dari dampak Krisis Finansial di AS itu.

Silahkan dibahas dan ditanggapi, agar kita tidak mudah termakan issyu yang merugikan Bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: