Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Januari 2017
    S S R K J S M
    « Sep    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Facebook moves to head off tougher regulation in Germany 16 Januari 2017
      By Caroline Copley and Eric Auchard BERLIN/MUNICH (Reuters) - Facebook is stepping up efforts to head off tougher regulation by Germany, a fierce critic of the social media network operator, saying on Monday it would do more to combat fake news as its chief operating officer met with officials in Berlin. Top German lawmakers are planning legislation this yea […]
    • Airbus CEO sees 'flying car' prototype ready by end of year 16 Januari 2017
      Airbus Group plans to test a prototype for a self-piloted flying car as a way of avoiding gridlock on city roads by the end of the year, the aerospace group's chief executive said on Monday. Airbus last year formed a division called Urban Air Mobility that is exploring concepts such as a vehicle to transport individuals or a helicopter-style vehicle tha […]
    • Oracle opens start-up accelerator in Israel for cloud innovation 16 Januari 2017
      U.S. software provider Oracle Corp said on Monday it was opening an accelerator program in Israel for startups developing cloud technologies or whose technologies are based in the cloud. A pilot program was first launched in India and more centers will be announced soon. Oracle's startup cloud accelerator program builds on its excellence center for Isra […]
    • China's Baidu opens augmented reality lab to boost waning profits 16 Januari 2017
      Chinese search engine Baidu Inc on Monday launched an augmented reality (AR) lab in Beijing as part of a $200 million effort to revitalize the company's shrinking profits with cutting edge technology. The lab, which currently employs 55 people, will initially aim to drive revenue through AR marketing, though will later explore healthcare and education. […]
    • China, Europe drive shift to electric cars as U.S. lags 15 Januari 2017
      By Laurence Frost DETROIT (Reuters) - Electric cars will pick up critical momentum in 2017, many in the auto industry believe - just not in North America. Tighter emissions rules in China and Europe leave global carmakers and some consumers with little choice but to embrace plug-in vehicles, fuelling an investment surge, said industry executives gathered in […]
    • South Korea prosecutor seeks arrest of Samsung chief for bribery 16 Januari 2017
      By Ju-min Park and Se Young Lee SEOUL (Reuters) - South Korea's special prosecutor on Monday sought a warrant to arrest the head of Samsung Group [SAGR.UL], the country's largest conglomerate, accusing him of paying multi-million dollar bribes to a friend of President Park Geun-hye. Investigators had grilled Samsung Group chief Jay Y. Lee for 22 st […]
    • Apollo astronaut Gene Cernan has passed away 16 Januari 2017
      NASA / Harrison Schmitt Gene Cernan, the last man to walk on the Moon, has died at the age of 82, according to NASA. He was a veteran of three spaceflights: as the pilot for Gemini 9A, the Lunar Module Pilot for Apollo 10, and as the commander of Apollo 17. We are saddened by the loss of retired NASA astronaut Gene Cernan, the last man to walk on the moon. h […]
    • Apollo astronaut Gene Cernan has passed away 16 Januari 2017
      NASA / Harrison SchmittGene Cernan, the last man to walk on the Moon, has died at the age of 82, according to NASA. He was a veteran of three spaceflights: as the pilot for Gemini 9A, the Lunar Module Pilot for Apollo 10, and as the commander of Apollo 17. We are saddened by the loss of retired NASA astronaut Gene Cernan, the last man to walk on the moon. ht […]
    • Today only, save $70 on a 13-inch Chromebook with 10 hour battery life 16 Januari 2017
      Windows might still be the most popular desktop operating system in the world, but it sure seems like Microsoft's days at the top are numbered. The company is doing everything it can to stay competitive, and Windows 10 was certainly a massive step in the right direction compared to Windows 8. But an increasing number of computer buyers are looking for d […]
    • All the ways Nintendo screwed up the Switch reveal (and how to fix them) 16 Januari 2017
      On Thursday, January 12th, Nintendo finally pulled the curtain back on its next home console: the Switch. As a detractor of the Wii U from the day it was unveiled, I was pleased to see that the company had seemingly veered back on course with the Switch — a hybrid home/portable console with some exciting ideas and one of the most anticipated launch titles in […]
  • Laman

Posts Tagged ‘53 zona pembangunan industri HiTe’

Mengubah “Brain Drain” menjadi “Brain Gain”

Posted by sroestam pada 13 Februari 2008

Mengubah ‘Brain Drain’ Menjadi ‘Brain Gain’

Terlampir adalah sebuah tulisan yang menarik untuk diterapkan di Indonesia, berdasarkan pengalaman penerapannya di Cina. Semoga dengan mengikuti langkah itu kita dapat mempercepat Pembangunan Nasional Indonesia.Alangkah indah dan menariknya negeri Indonesia yang kita cintai ini, bilamana Pemerintah berhasil menerapkan kebijakan untuk mengubah “Brain Drain” menjadi “Brain Gain”. Negeri ini akan menjadi nyaman untuk ditempati oleh kita semua anak-anak bangsa beserta anak-cucu kita, tempat mengabdikan diri bagi nusa dan bangsa, dan tempat berlindung di hari tua, sampai kita menutup mata!

Penulis: Amich Alhumami
Peneliti sosial, Department of Social Anthropology
University of Sussex, United Kingdom

Dua raksasa Asia, China dan India yang diprediksi akan memimpin perekonomian dunia pada pertengahan abad ini, selama lebih dari 30 tahun kehilangan orang-orang terdidik dan bertalenta. Mereka pergi meninggalkan negara masing-masing untuk sekolah dan bekerja di luar negeri dengan harapan dapat mengembangkan karier profesional lebih baik. Bersamaan dengan mulai bangkitnya perekonomian, pemerintah China dan India telah merancang strategi untuk mengubah brain drain menjadi brain gain. Namun, pemerintah China tampaknya lebih agresif dan terencana secara sistematis dalam upaya memanggil pulang orang-orang terbaik, untuk membangun bangsa sendiri dan mengambil peran dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi. China menempuh strategi ganda yang sangat efektif dengan membangun infrastruktur ekonomi dan pendidikan secara bersamaan.

Di bidang ekonomi, pemerintah China menciptakan lingkungan makroekonomi yang dinamis dan kondusif untuk menarik investasi baik domestik maupun asing, terutama melalui foreign direct investment (FDI). Industri manufaktur dibangun secara masif untuk menopang pertumbuhan. Pusat-pusat bisnis dan perdagangan dikembangkan dengan jaringan luar negeri yang tertata rapi, sehingga memacu pergerakan aktivitas bisnis dan perdagangan yang sangat prospektif. Maka, dalam waktu yang tak terlalu lama, China berkembang menjadi negara terbuka bagi pasar global dan investor-investor asing yang memberi kontribusi pada dinamika pertumbuhan ekonomi di negeri berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

Strategi pembangunan ekonomi pun diperkuat melalui apa yang disebut special economic development zones, dengan menjadikan suatu wilayah tertentu sebagai pusat pertumbuhan. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Shenzhen, Zhuhai, Shantou, Xianmen, Hainan, Shanghai, Dalian, Guangzhou, Tianjin, Zhanjiang, dan masih banyak lagi.

Sejalan dengan itu, China juga membangun sebanyak 15 zona perdagangan bebas, 32 zona pembangunan teknologi-ekonomi setingkat-negara, dan 53 zona pembangunan industri berteknologi tinggi di sejumlah kota besar dan menengah. Pemerintah pusat di Bejing kemudian mendorong setiap wilayah tersebut untuk saling berkompetisi menarik pulang tenaga-tenaga terdidik dan berbakat dengan menawarkan aneka insentif seperti pemotongan pajak, pemberian kredit lunak untuk berbisnis, kemudahan izin usaha, pembebasan biaya perkantoran, fasilitas perumahan yang baik, dan promosi yang lebih cepat.

Sampai saat ini lebih dari 110 macam special zones dan industrial parks telah dibangun dan khusus diperuntukkan bagi para returnees. Bahkan lebih dari 6.000 jenis usaha telah dibuka di lokasi-lokasi tersebut yang mempekerjakan lebih dari 15.000 returnees.

Setelah melihat basis infrastruktur ekonomi yang mulai tertata baik, orang-orang terdidik China yang bekerja di luar negeri secara bergelombang mulai pulang kembali ke Tanah Air. Mereka bekerja sebagai eksekutif profesional di berbagai perusahaan swasta atau merintis dan mengembangkan bisnis sendiri, bahkan tidak sedikit pula yang bekerja di kantor-kantor pemerintah. Saksikan, hampir semua lembaga finansial utama China seperti Central Bank dan Securities Regulatory Commission dipenuhi oleh tenaga-tenaga ahli berpendidikan dan berpengalaman kerja di luar negeri.

Para tenaga ahli berpendidikan luar negeri tersebut menjadi semakin yakin atas pilihan kebijakan pemerintah dalam membangun perekonomian nasional karena banyak sekali pusat-pusat bisnis dan perusahaan-perusahaan swasta berteknologi tinggi beroperasi di China yang masuk dalam daftar NASDAQ di Amerika Serikat (AS). Dengan bekal pengalaman kerja selama bertahun-tahun di berbagai multinational corporations (MNCs), mereka kembali ke China untuk berkontribusi dalam membangun dan memperkuat sistem serta aktif dalam proses perumusan kebijakan publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal yang membuat mereka bersemangat pulang adalah tawaran gaji yang besar. Dengan bergelar MBA dari universitas-universitas prestisius di AS, mereka bisa memperoleh gaji dua-tiga kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang berpendidikan dalam negeri.

Di bidang pendidikan, China membangun banyak sekali universitas berkelas dunia untuk mendidik tenaga-tenaga ahli bidang kedokteran, pertanian, ekonomi/manajemen, teknologi informasi/komunikasi, teknologi industri, bisnis/keuangan, dan lain-lain. Bayangkan, pada 2005 China mampu melahirkan sarjana sains dan keteknikan sebanyak 700.000, 11 kali lipat melampaui AS yang hanya 60.000. Tidak berlebihan bila China bercita-cita memiliki paling kurang 100 perguruan tinggi terbaik dunia sampai akhir abad ke-21 nanti, sehingga negara ini akan menjadi kiblat baru pendidikan di luar AS dan Eropa.

Untuk itu, pemerintah China mengalokasikan dana sebesar US$125 juta bagi 10 universitas terbaik dan US$225 per tahun khusus untuk dua universitas yang masuk 25 besar dunia yakni Beijing dan Tsing-Hua sebagai percontohan. Selain itu, pemerintah China juga membangun banyak sekali pusat-pusat penelitian dan pengembangan (research and development) guna memfasilitasi para ilmuwan dan peneliti, untuk melakukan penelitian ilmiah baik untuk keperluan akademik maupun riset terapan guna menopang pengembangan industri.

Dengan begitu, mereka lebih menekuni profesi dalam pengembangan sains dan keilmuan, sehingga tak ada waktu untuk memikirkan masalah politik apalagi melakukan demonstrasi dan protes massal. Untuk menarik pulang para ilmuwan bergelar PhD yang bekerja sebagai pengajar/peneliti di universitas luar negeri, pemerintah China menawarkan gaji yang tak kalah menggiurkan. Bagi ahli ekonomi dengan pengalaman kerja antara 5-10 tahun, misalnya, disediakan gaji antara US$30.000,00 sampai US$50.000,00, ditambah fasilitas perumahan dan berbagai tunjangan lain (kesehatan, transportasi, liburan).

Dunia mengetahui, peletak dasar strategi kebijakan ini adalah Deng Xiaoping yang dijuluki sebagai capitalist roader yakni sosok penganut setia ideologi sosialisme ortodoks yang menggerakkan proses revolusi sosial-politik, tetapi kemudian berbalik arah dan menempuh jalan kapitalisme dengan menyerap–baik terus-terang maupun tersembunyi–nilai-nilai ideologi kapitalisme, untuk melakukan restorasi politik dan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip dasar kapitalisme pasar. Pada 1980-an, Deng mengirim anak-anak muda berbakat ke negara-negara kapitalis Barat untuk sekolah dengan keyakinan bahwa sekalipun hanya sedikit saja dari mereka yang pulang kembali, pasti akan membawa dampak pada transformasi sosial ekonomi China di masa mendatang. Deng lalu memerintahkan Menteri Pendidikan, ketika itu Zhao Ziyang, yang kemudian menjadi Sekjen PKC dan perdana menteri, untuk merumuskan blue print dengan menekankan apa yang disebut store brain power overseas. Kebijakan ini berjalin kelindan dengan reformasi ekonomi yang ditempuh dengan menganut pasar terbuka dan perdagangan bebas, yang ditandai oleh bergabungnya China ke dalam World Trade Organization (WTO).

Dalam tempo dua dekade kemudian, kombinasi kedua strategi kebijakan tersebut benar-benar mengantarkan China pada kemajuan ekonomi sangat dahsyat, yang oleh banyak ahli dilukiskan sebagai bentuk quantum leap in economic development seperti tercermin pada rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 8%-9% per tahun.

Pemimpin China telah bertukar generasi, namun penguasa baru tetap meneruskan kebijakan dasar warisan Deng Xiaoping. Mereka terus memacu pembangunan ekonomi nasional dengan menarik pulang ilmuwan-ilmuwan berbakat, akademisi-akademisi bereputasi internasional, ahli-ahli ekonomi terpandang, dan pengusaha-pengusaha berkelas dunia terutama yang bergerak di bidang industri teknologi tinggi. Menurut laporan kantor berita Xinhua, sekitar 250 ilmuwan terkemuka yang memimpin dan mengelola pusat-pusat pengembangan sains dan teknologi nasional adalah para returnees dari Amerika dan Eropa. Dengan pilihan strategi demikian, China telah berada pada jalur yang benar dan mulai memetik serta menikmati brain gain yang memberi kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi yang spektakuler itu.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »