Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Februari 2008
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • ThyssenKrupp secrets stolen in 'massive' cyber attack 8 Desember 2016
      By Eric Auchard and Tom Käckenhoff FRANKFURT (Reuters) - Technical trade secrets were stolen from the steel production and manufacturing plant design divisions of ThyssenKrupp AG in cyber attacks earlier this year, the German company said on Thursday. ThyssenKrupp, one of the world's largest steel makers, said it had been targeted by attackers located i […]
    • Inmarsat switches to Arianespace for satellite launch after SpaceX delays 8 Desember 2016
      British satellite company Inmarsat will switch to using Arianespace from rival SpaceX to launch a new satellite to provide broadband connectivity to air passengers, it said on Thursday. The S-band satellite had been scheduled to launch with technology billionaire Elon Musk's SpaceX but Inmarsat said setbacks to SpaceX's launch schedule prompted it […]
    • Germany sees increase in Russian propaganda, cyber attacks 8 Desember 2016
      Germany's domestic intelligence agency on Thursday said it had seen a striking increase in Russian propaganda and disinformation campaigns aimed at destabilizing German society, and targeted cyber attacks against political parties. "We see aggressive and increased cyber spying and cyber operations that could potentially endanger German government o […]
    • Russian regulator says had constructive meeting with LinkedIn 8 Desember 2016
      Russia's communications regulator said on Thursday it had a constructive meeting with representatives of LinkedIn Corp., a social networking website it blocked last month over its failure to comply with a data storage law. "The meeting with LinkedIn was constructive. The parties agreed to continue dialogue", Vadim Ampelonsky, a spokesman for t […]
    • German authorities probe VW's Porsche for manipulation software 8 Desember 2016
      Germany is investigating whether Volkswagen's (VW) sportscar brand Porsche used software to disguise exhaust emissions, the country's car industry regulator said on Thursday, in a fresh blow to VW's attempts to move on from a 15 month-old scandal. Germany's Motor Transport Authority, KBA, said it was examining software that can measure th […]
    • Turner will create shows for Snapchat in expanded partnership 7 Desember 2016
      Turner Broadcasting System Inc will create more video content for mobile app Snapchat and collaborate with the social media company on advertising, Turner said on Wednesday, as they expand a partnership to broaden their reach among millennials. TV networks of the Time Warner Inc unit, including TBS and Adult Swim, will create original series exclusively for […]
    • Apple chief Tim Cook picked to give MIT commencement speech 9 Desember 2016
      The Massachusetts Institute of Technology has chosen Apple CEO Tim Cook to deliver its 2017 commencement address. MIT made the announcement on its website Thursday. It says Cook will headline the June ...
    • Microsoft adds an awful new prank to Windows 10 9 Desember 2016
      Apparently, we're now in the era of voice computing. But there's some things that are probably best handled by a keyboard and mouse in the interests of security: your bank details, internet browsing history, and the ability to turn your PC on and off. Microsoft doesn't seem to have got the memo on that last part, as one of Cortana's […]
    • Magic Leap is actually way behind, like we always suspected it was 9 Desember 2016
      Magic Leap CEO Rony Abovitz speaks at the WSJDLive conference last October. Magic Leap’s allegedly revolutionary augmented reality technology may in fact be years away from completion and, as it stands now, is noticeably inferior to Microsoft’s HoloLens headset, according to a report from The Information. The report, which incorporates an interview with Magi […]
    • How Bluetooth 5 Will Make Gadgets Better 9 Desember 2016
      Soon enough, you'll be using devices that will employ Bluetooth 5. Bluetooth 5 could have a profound impact on the way your gadgets work. According to the Bluetooth SIG, Bluetooth 5 has four times the range, twice the speed, and eight times the ability to carry message content between devices compared to previous-generation technologies, like Bluetooth […]
  • Laman

Mengubah “Brain Drain” menjadi “Brain Gain”

Posted by sroestam pada 13 Februari 2008

Mengubah ‘Brain Drain’ Menjadi ‘Brain Gain’

Terlampir adalah sebuah tulisan yang menarik untuk diterapkan di Indonesia, berdasarkan pengalaman penerapannya di Cina. Semoga dengan mengikuti langkah itu kita dapat mempercepat Pembangunan Nasional Indonesia.Alangkah indah dan menariknya negeri Indonesia yang kita cintai ini, bilamana Pemerintah berhasil menerapkan kebijakan untuk mengubah “Brain Drain” menjadi “Brain Gain”. Negeri ini akan menjadi nyaman untuk ditempati oleh kita semua anak-anak bangsa beserta anak-cucu kita, tempat mengabdikan diri bagi nusa dan bangsa, dan tempat berlindung di hari tua, sampai kita menutup mata!

Penulis: Amich Alhumami
Peneliti sosial, Department of Social Anthropology
University of Sussex, United Kingdom

Dua raksasa Asia, China dan India yang diprediksi akan memimpin perekonomian dunia pada pertengahan abad ini, selama lebih dari 30 tahun kehilangan orang-orang terdidik dan bertalenta. Mereka pergi meninggalkan negara masing-masing untuk sekolah dan bekerja di luar negeri dengan harapan dapat mengembangkan karier profesional lebih baik. Bersamaan dengan mulai bangkitnya perekonomian, pemerintah China dan India telah merancang strategi untuk mengubah brain drain menjadi brain gain. Namun, pemerintah China tampaknya lebih agresif dan terencana secara sistematis dalam upaya memanggil pulang orang-orang terbaik, untuk membangun bangsa sendiri dan mengambil peran dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi. China menempuh strategi ganda yang sangat efektif dengan membangun infrastruktur ekonomi dan pendidikan secara bersamaan.

Di bidang ekonomi, pemerintah China menciptakan lingkungan makroekonomi yang dinamis dan kondusif untuk menarik investasi baik domestik maupun asing, terutama melalui foreign direct investment (FDI). Industri manufaktur dibangun secara masif untuk menopang pertumbuhan. Pusat-pusat bisnis dan perdagangan dikembangkan dengan jaringan luar negeri yang tertata rapi, sehingga memacu pergerakan aktivitas bisnis dan perdagangan yang sangat prospektif. Maka, dalam waktu yang tak terlalu lama, China berkembang menjadi negara terbuka bagi pasar global dan investor-investor asing yang memberi kontribusi pada dinamika pertumbuhan ekonomi di negeri berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

Strategi pembangunan ekonomi pun diperkuat melalui apa yang disebut special economic development zones, dengan menjadikan suatu wilayah tertentu sebagai pusat pertumbuhan. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Shenzhen, Zhuhai, Shantou, Xianmen, Hainan, Shanghai, Dalian, Guangzhou, Tianjin, Zhanjiang, dan masih banyak lagi.

Sejalan dengan itu, China juga membangun sebanyak 15 zona perdagangan bebas, 32 zona pembangunan teknologi-ekonomi setingkat-negara, dan 53 zona pembangunan industri berteknologi tinggi di sejumlah kota besar dan menengah. Pemerintah pusat di Bejing kemudian mendorong setiap wilayah tersebut untuk saling berkompetisi menarik pulang tenaga-tenaga terdidik dan berbakat dengan menawarkan aneka insentif seperti pemotongan pajak, pemberian kredit lunak untuk berbisnis, kemudahan izin usaha, pembebasan biaya perkantoran, fasilitas perumahan yang baik, dan promosi yang lebih cepat.

Sampai saat ini lebih dari 110 macam special zones dan industrial parks telah dibangun dan khusus diperuntukkan bagi para returnees. Bahkan lebih dari 6.000 jenis usaha telah dibuka di lokasi-lokasi tersebut yang mempekerjakan lebih dari 15.000 returnees.

Setelah melihat basis infrastruktur ekonomi yang mulai tertata baik, orang-orang terdidik China yang bekerja di luar negeri secara bergelombang mulai pulang kembali ke Tanah Air. Mereka bekerja sebagai eksekutif profesional di berbagai perusahaan swasta atau merintis dan mengembangkan bisnis sendiri, bahkan tidak sedikit pula yang bekerja di kantor-kantor pemerintah. Saksikan, hampir semua lembaga finansial utama China seperti Central Bank dan Securities Regulatory Commission dipenuhi oleh tenaga-tenaga ahli berpendidikan dan berpengalaman kerja di luar negeri.

Para tenaga ahli berpendidikan luar negeri tersebut menjadi semakin yakin atas pilihan kebijakan pemerintah dalam membangun perekonomian nasional karena banyak sekali pusat-pusat bisnis dan perusahaan-perusahaan swasta berteknologi tinggi beroperasi di China yang masuk dalam daftar NASDAQ di Amerika Serikat (AS). Dengan bekal pengalaman kerja selama bertahun-tahun di berbagai multinational corporations (MNCs), mereka kembali ke China untuk berkontribusi dalam membangun dan memperkuat sistem serta aktif dalam proses perumusan kebijakan publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal yang membuat mereka bersemangat pulang adalah tawaran gaji yang besar. Dengan bergelar MBA dari universitas-universitas prestisius di AS, mereka bisa memperoleh gaji dua-tiga kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang berpendidikan dalam negeri.

Di bidang pendidikan, China membangun banyak sekali universitas berkelas dunia untuk mendidik tenaga-tenaga ahli bidang kedokteran, pertanian, ekonomi/manajemen, teknologi informasi/komunikasi, teknologi industri, bisnis/keuangan, dan lain-lain. Bayangkan, pada 2005 China mampu melahirkan sarjana sains dan keteknikan sebanyak 700.000, 11 kali lipat melampaui AS yang hanya 60.000. Tidak berlebihan bila China bercita-cita memiliki paling kurang 100 perguruan tinggi terbaik dunia sampai akhir abad ke-21 nanti, sehingga negara ini akan menjadi kiblat baru pendidikan di luar AS dan Eropa.

Untuk itu, pemerintah China mengalokasikan dana sebesar US$125 juta bagi 10 universitas terbaik dan US$225 per tahun khusus untuk dua universitas yang masuk 25 besar dunia yakni Beijing dan Tsing-Hua sebagai percontohan. Selain itu, pemerintah China juga membangun banyak sekali pusat-pusat penelitian dan pengembangan (research and development) guna memfasilitasi para ilmuwan dan peneliti, untuk melakukan penelitian ilmiah baik untuk keperluan akademik maupun riset terapan guna menopang pengembangan industri.

Dengan begitu, mereka lebih menekuni profesi dalam pengembangan sains dan keilmuan, sehingga tak ada waktu untuk memikirkan masalah politik apalagi melakukan demonstrasi dan protes massal. Untuk menarik pulang para ilmuwan bergelar PhD yang bekerja sebagai pengajar/peneliti di universitas luar negeri, pemerintah China menawarkan gaji yang tak kalah menggiurkan. Bagi ahli ekonomi dengan pengalaman kerja antara 5-10 tahun, misalnya, disediakan gaji antara US$30.000,00 sampai US$50.000,00, ditambah fasilitas perumahan dan berbagai tunjangan lain (kesehatan, transportasi, liburan).

Dunia mengetahui, peletak dasar strategi kebijakan ini adalah Deng Xiaoping yang dijuluki sebagai capitalist roader yakni sosok penganut setia ideologi sosialisme ortodoks yang menggerakkan proses revolusi sosial-politik, tetapi kemudian berbalik arah dan menempuh jalan kapitalisme dengan menyerap–baik terus-terang maupun tersembunyi–nilai-nilai ideologi kapitalisme, untuk melakukan restorasi politik dan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip dasar kapitalisme pasar. Pada 1980-an, Deng mengirim anak-anak muda berbakat ke negara-negara kapitalis Barat untuk sekolah dengan keyakinan bahwa sekalipun hanya sedikit saja dari mereka yang pulang kembali, pasti akan membawa dampak pada transformasi sosial ekonomi China di masa mendatang. Deng lalu memerintahkan Menteri Pendidikan, ketika itu Zhao Ziyang, yang kemudian menjadi Sekjen PKC dan perdana menteri, untuk merumuskan blue print dengan menekankan apa yang disebut store brain power overseas. Kebijakan ini berjalin kelindan dengan reformasi ekonomi yang ditempuh dengan menganut pasar terbuka dan perdagangan bebas, yang ditandai oleh bergabungnya China ke dalam World Trade Organization (WTO).

Dalam tempo dua dekade kemudian, kombinasi kedua strategi kebijakan tersebut benar-benar mengantarkan China pada kemajuan ekonomi sangat dahsyat, yang oleh banyak ahli dilukiskan sebagai bentuk quantum leap in economic development seperti tercermin pada rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 8%-9% per tahun.

Pemimpin China telah bertukar generasi, namun penguasa baru tetap meneruskan kebijakan dasar warisan Deng Xiaoping. Mereka terus memacu pembangunan ekonomi nasional dengan menarik pulang ilmuwan-ilmuwan berbakat, akademisi-akademisi bereputasi internasional, ahli-ahli ekonomi terpandang, dan pengusaha-pengusaha berkelas dunia terutama yang bergerak di bidang industri teknologi tinggi. Menurut laporan kantor berita Xinhua, sekitar 250 ilmuwan terkemuka yang memimpin dan mengelola pusat-pusat pengembangan sains dan teknologi nasional adalah para returnees dari Amerika dan Eropa. Dengan pilihan strategi demikian, China telah berada pada jalur yang benar dan mulai memetik serta menikmati brain gain yang memberi kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi yang spektakuler itu.

2 Tanggapan to “Mengubah “Brain Drain” menjadi “Brain Gain””

  1. pkab said

    China dan India secara serius membenahi perguruan tinggi dan tiap tahunnya berhasil meluluskan insinyur2 yang mereka butuhkan di lapangan kerja.

    Pemerintah mereka secara serius memberikan fasilitas bagi para pakar yang telah sukses di luar negri untuk kembali membangun negrinya, atau tetap di luar sebagai link mencari informasi dari luar/ penyaluran tenaga kerja ke luar.

    Kondisi di Indonesia, sepertinya kalau tetap begini-begini aja, malah tambah terjadi brain-drain. karena ketika para pakar ditarik pulang ke Indonesia, mereka menemui kondisi dan kompensasi yang jauh dari harapan, sehingga mereka kapok pulang.

    Sehingga perlu ada terobosan atau perombakan secara signifikan di semua pihak, dimulai dari pemerintahnya, kalangan ilmuwan, dll.

  2. BASKORO ADI PRAYITNO said

    Kata kunci keberhasilan sains cina sebenarnya sederhana. Coba baca review lengkap pada Jurnal Science Vol. 270 pada tanggal 17 November 1995. yang khusus mengulas kebijakan cina mengenai sains, yang diberi title: SCIENCE IN CHINA: A GRET LEAP FORWARD sebenarnya kemajuan sains cina sudah dapat diprediksi akan jadi ‘luar biasa’ seperti saat ini sebelumnya.

    Kata Kunci Keberhasilannya: Hanya pada anggaran pendidikan, penelitian dan kesejahteraan para saintist ITU SAJA….

    Untuk Indonesia dapatkah ‘mencontoh’ strategi China? NO COMENT BOSS…..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: