Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

Tarif Jasa Telpon Seluler: “Operarator Kecil justru akan Tersingkir bila TELKOMSEL menurunkan tarif jasanya”

Posted by sroestam pada 1 Februari 2008

Menarik sekali pernyataan Bapak Menneg BUMN tersebut diatas di Koran Bisnis Indonesia Jumat, 1 Feb 2008, perihal Perintah KPPU agar TELKOMSEL, INDOSAT dan XL menurunkan tarif jasa mereka.

Analisisnya, bila perintah KPPU untuk menurunkan tarif Jasa Telpon Seluler TELKOMSEL dilaksanakan, maka Operator Kecil Seluler menjadi makin tidak kompetitif terhadap layanan jasa TELKOMSEL, sebab para pelanggan akan lebih memilih TELKOMSEL karena tariff-nya diturunkan, serta jangkauannya jauh lebih luas dari pada Operator Seluler lainnya.

Apakah analisis diatas benar-benar bakal terjadi kalau Perintah KPPU agar Telkomsel (dan Indosat dan XL) menurunkan tarif jasa seluler mereka, dengan situasi dan kondisi saat ini di Indonesia?

Pernyataan Bapak Menneg BUMN ini juga tidak sejalan dengan pernyataan Bapak MenKominfo saat memberikan Keynote Speech kemarin pagi di acara pembukaan Seminar Sehari: “ICT Outlook 2008” di Hotel Nikko, Jakarta, dimana beliau menyatakan bahwa bila semua harga2 kedelai, minyak tanah, bensin, beras dll punya kecenderungan naik, maka Tariff Jasa Telekomunikasi beliau pastikan akan makin turun! Pernyataan Bapak MenKominfo ini mendapat aplause panjang dari hadirin.

Kami paham sekali bilamana Bapak Mennegf BUMN selaku Penanggunjawab Perusahaan2 BUMN Indonesia menginginkan agar tariff jasa Telekomunikasi diturunkan, sebab Dividen atau Setoran ke Pemerintah bakal turun drastis. Apalagi Pemerintah sudah mematok setoran BUMN2 itu sebesar Rp 31 Trilyun untuk tahun 2008.

Secara jangka pendek memang mempertahankan tarif jasa Telekomunikasi tetap tinggi adalah menguntungkan bagi Pemerintah, namun merugikan pemakai jasa.

Secara jangka panjang, mempertahankan tarif jasa telekomunikasi tetap tinggi akan merugikan kepentingan bangsa ini dalam bentuk:

  1. Lambatnya traffic growth jasa-jasa telekomunikasi.
  2. Kurang cepatnya pemanfaatan jasa2 Telematika (TIK) untuk percepatan pembangunan perekonomian bangsa, sebab tarif mahal akan menghambat adopsi penggunaan jasa2 itu.
  3. Masyarakat dirugikan, sebab tidak menikmati layanan jasa dengan tarif yang wajar. Dalam keputusan KPPU, kerugian masyarakat selama 3-4 tahun mencapai Rp 30 Trilyun, dan harus dibayarkan kembali.
  4. Dampak negatif sosial-ekonomi lainnya akibat tarif bertahan pada nilai yang tetap tinggi.

Silahkan kawan2 sekalian memberikan saran atau pendapat masing-masing,
demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: