Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • April 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Google still a top pick for Wall Street, despite mobile ad challenges 17 April 2014
      Google Inc's disappointing first-quarter results left Wall Street unfazed about the internet giant's ability to come to grips with the shift to the fast-growing mobile advertising market. Google shares were down about 3 percent in early trading on Thursday, and at least 12 brokerages cut their target price on the stock. "Despite an expectation […]
    • Wal-Mart takes on Western Union with store-to-store money transfers 17 April 2014
      Wal-Mart Stores Inc said on Thursday it was launching a new domestic money transfer service called "Walmart-2-Walmart" in partnership with Euronet Worldwide Inc subsidiary Ria Money Transfer, competing directly with Western Union Co. Western Union shares were down 7.1 percent in premarket trading, while those of MoneyGram International Inc, which c […]
    • Weibo cuts IPO size amid selloff in technology stocks 17 April 2014
      (Reuters) - China's Weibo Corp, a Twitter-like messaging service company, raised a less-than-expected $286 million after it cut the size of its U.S. initial public offering amid a selloff in technology shares and concerns about slowing user growth. The offering comes ahead of the much-anticipated IPO of Chinese e-commerce giant Alibaba Group Holding Ltd […]
    • Nokia suspends European tablet sales due to charger fault 17 April 2014
      Nokia has suspended sales of its Lumia 2520 tablet in some European countries while it fixes a fault with charger units which it said on Thursday could pose a risk of causing an electric shock. Nokia said there was a risk that the plastic cover of certain AC-300 charger units manufactured by a third party could come loose and separate, exposing certain inter […]
    • Sony sells more than 7 million PlayStation 4 consoles 17 April 2014
      By Malathi Nayak SAN FRANCISCO (Reuters) - Sony Corp said on Wednesday it sold more than 7 million PlayStation 4 videogame consoles in just over four months to April 6, double the number of the older version, PlayStation 3, sold in about the same time frame after its launch. Sony is struggling to keep pace with demand for the videogame console, the Japanese […]
    • China's ZTE first-quarter profit triples; meets estimate 17 April 2014
      HONG KONG (Reuters) - ZTE Corp, China's second-biggest telecommunications equipment maker, said first-quarter profit matched its estimate after benefiting from the country's introduction of fourth-generation mobile networks. Net profit rose 204 percent to 622.2 million yuan ($100.01 million) in January-March compared with an estimated range of 425 […]
    • Flickr wants to become your new Instagram with its latest app update 17 April 2014
      ​Today Yahoo is rolling our Flickr "3.0," a completely redesigned approach to its photo-sharing apps on Android and iOS. In addition to offering improved sharing through Dropbox and Google+, Flickr on mobile now features Instagram-like filters and in-depth editing tools. We especially like the new option to view each photo's metadata, includin […]
    • Twitter broadens advertising reach through app-install ads 17 April 2014
      By Gerry Shih SAN FRANCISCO (Reuters) - Twitter Inc took a significant step Thursday towards broaden its advertising business by offering mobile ads urging people to install apps on its social network as well as through MoPub, the mobile-advertising network it acquired last year. As the mobile app economy grows, app developers have been willing to pay increa […]
    • 'This War of Mine' Hands-On: Collateral Damage 17 April 2014
      A video game about war is not a new idea. We checked out an early demo of the game at the recent PAX East video game convention in Boston, Mass., and were already impressed with its harsh examination of the other side of war.
    • The darknet just got its first black market search engine 17 April 2014
      The network of sites known as the darknet, only accessible through the anonymizing Tor browser, resembles the early internet in many ways — including being difficult to navigate. That makes it tough for customers attempting to shop for drugs, fake IDs, or other items on the darknet's black markets like Black Bank, Silk Road, and Pandora. However, an ano […]
  • Halaman

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Teori Pembangunan’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Ditulis dalam Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.