Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Agustus 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Exclusive: Apple iPhone 6 screen snag leaves supply chain scrambling 22 Agustus 2014
      By Reiji Murai TOKYO (Reuters) - Suppliers to Apple Inc are scrambling to get enough screens ready for the new iPhone 6 smartphone as the need to redesign a key component disrupted panel production ahead of next month's expected launch, supply chain sources said. It's unclear whether the hiccup could delay the launch or limit the number of phones i […]
    • Breach at government contractor 'affected' at least 25,000 workers: official 22 Agustus 2014
      A cyber attack at a company that performs background checks for the U.S. Department of Homeland Security compromised data of at least 25,000 government workers, an agency official told Reuters on Friday. The official said that DHS plans to notify approximately 25,000 employees that they may be "impacted" by the computer breach at Falls Church, Virg […]
    • Exclusive: Phone registry company Neustar weighs sale - sources 22 Agustus 2014
      By Greg Roumeliotis, Nadia Damouni and Liana B. Baker NEW YORK (Reuters) - Neustar Inc, a company which helps North American telecommunication carriers route calls and text messages, is considering a potential sale amid interest from private equity firms, according to people familiar with the matter. No formal sale process is currently underway but Neustar i […]
    • Google wins victory in row with German publishers 22 Agustus 2014
      A German regulator handed Google Inc a victory on Friday as it said it would not pursue a complaint brought against the internet search engine operator by a group of publishers for giving users access to their news articles. Several publishers including Axel Springer SE and Burda had banded together in a group called VG Media to demand Google pay them for ma […]
    • Computers reshaping global job market, for better and worse: paper 22 Agustus 2014
      (Reuters) - Automation and increasingly sophisticated computers have boosted demand for both highly educated and low-skilled workers around the globe, while eroding demand for middle-skilled jobs, according to research to be presented to global central bankers on Friday. "(W)hile computerization has strongly contributed to employment polarization, we wo […]
    • GM opens IT center in Phoenix, Arizona 22 Agustus 2014
      (Reuters) - General Motors Co said it opened a fourth IT center in the United States in Phoenix, Arizona as it aims to improve performance and cut operational costs. The automaker said it expects to hire 1,000 employees at the center over the next five years. It already has about 500 employees at the site. GM's three other IT centers are in Warren, Mich […]
    • Lawsuits challenge FAA drone, model aircraft rules 22 Agustus 2014
      Model aircraft hobbyists, research universities and commercial drone operators and investors have filed lawsuits challenging a government directive that they say imposes tough new limits on the use of ...
    • You now have 10,000 more chances to get the smartphone of Android fans’ dreams 22 Agustus 2014
      The OnePlus One might not have the best smartphone name you’ve ever seen, but just about everything else about it is tremendously appealing — especially if you’re a hardcore Android fan. The handset runs a heavily customized version of Android known as CyanogenMod, and it’s just begging to be hacked to your heart’s content. It also features a sleek design, s […]
    • The genius of Pluto.TV 22 Agustus 2014
      Welcome to the first annual Verge Hack Week. We're totally blowing up our site: we've given our reporters and editors the entire week to play with new tools and experiment with new storytelling ideas, while members of our amazing product team have gathered in New York to help build all sorts of interesting new things. Learn more.
    • More evidence that we won’t see the iWatch until 2015 22 Agustus 2014
      A 2014 release date for Apple’s wearable device is looking less and less likely as new reports continuously reaffirm that manufacturing issues are holding back mass production of the iWatch. Speaking with China’s Economic Daily News, sources say that although suppliers are set to begin assembling the units in September, they will only be able to produce arou […]
  • Halaman

Posts Tagged ‘Teori Pembangunan’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Posted in Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.