Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • September 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Renesas says may cut more jobs, but restructuring past halfway 2 September 2014
      By Sophie Knight and Reiji Murai TOKYO (Reuters) - Japanese chipmaker Renesas Electronics may cut more jobs as it finishes a massive restructuring that is focusing its business on the automotive and industrial sectors and has pulled it back into the black after years of losses. Remaining steps will focus on selling factories and exiting businesses announced […]
    • EU seeks rivals' feedback on Facebook, WhatsApp deal 1 September 2014
      By Foo Yun Chee BRUSSELS (Reuters) - EU antitrust regulators are asking Facebook's rivals and telecoms operators whether the world No. 1 online social network's proposed $19 billion bid for mobile messaging startup WhatsApp will lead to price hikes and curb innovation. The move came after Facebook sought EU approval for the deal, the largest in its […]
    • China gives Microsoft 20 days to provide explanation in anti-trust probe 1 September 2014
      A Chinese anti-trust regulator said on Monday it has given Microsoft Corp 20 days to reply to queries on the compatibility of its Windows operating system and Office software suite amid a probe into the world's largest software company. The State Administration for Industry and Commerce (SAIC) questioned Microsoft Vice President David Chen and gave the […]
    • New Apple iPhone to have 'mobile wallet' function: Bloomberg 1 September 2014
      (Reuters) - Apple Inc plans to enable its next iPhone to become a mobile wallet by allowing owners to securely make mobile payments in a store with the touch of a finger, Bloomberg said on Sunday, citing a person familiar with the situation. The agreement includes participation by Visa Inc., MasterCard Inc and American Express Co and will be announced Sept. […]
    • EU regulators scrap antitrust case against MathWorks 2 September 2014
      European Union antitrust regulators scrapped on Tuesday an investigation into MathWorks sparked by a complaint the U.S. The European Commission opened an investigation in March 2012 to assess whether MathWorks' alleged actions had prevented competing products from functioning with its software. "The Commission decided, as a result of the formal inv […]
    • Frankfurt court bans Uber taxi services across Germany 2 September 2014
      By Eric Auchard FRANKFURT (Reuters) - A German regional court has issued a temporary injunction against Uber, the fast-growing, U.S.-based online chauffeur service which is no stranger to legal challenges from taxi-cab rivals and regulators around the globe. In its ruling, the Frankfurt Regional Court said the company could no longer offer its phone apps to […]
    • Samsung releasing a curved soundbar to match its curved TV 2 September 2014
      Clearly, everything else is going to have to curve to accommodate it, and fortunately Samsung is ready to help out. Samsung is releasing a curved soundbar this week that's designed to sit beneath and perfectly match any of its large, curved TVs. Called the HW-H7500 Curved Soundbar, it includes 8.1 channels is going on sale for $799.99.
    • Hands on: This is how awesome widgets are going to be in iOS 8 2 September 2014
      Apple has fought the idea of adding widget support to its iOS platform for years, in theory because the company decided battery life was more important than zero-tap access to information. Some agree with that stance while others would rather have the option of using widgets on their iPhones and iPads, but now Apple has finally come up with a compromise. In […]
    • Android Wear updates will let you leave your phone at home 2 September 2014
    • Turkey hosts Internet forum, despite online crackdown 2 September 2014
      Turkey has begun hosting a major UN-backed forum on Internet governance, despite sharp criticism that it is one of world's leading offenders on limiting Internet rights. The Internet Governance Forum (IGF) is an annual meeting set up by the United Nations that aims to bring together government, activists and business to discuss how to regulate and encou […]
  • Halaman

Posts Tagged ‘Teori Pembangunan’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Posted in Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.