Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • April 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Apple expands buybacks by $30 billion, OKs seven-for-one stock split 23 April 2014
      By Edwin Chan SAN FRANCISCO (Reuters) - Apple Inc has approved another $30 billion in share buybacks till the end of 2015 and authorized a rarely seen seven-for-one stock split, addressing calls to share more of its cash hoard while broadening the stock's appeal to individual investors. Activist investor Carl Icahn, who had famously called on the iPhone […]
    • Facebook first-quarter revenue grows 72 percent on rising mobile ads 23 April 2014
      By Alexei Oreskovic SAN FRANCISCO (Reuters) - Facebook Inc's mobile advertising business accelerated in the first three months of the year, helping the Internet social networking company top Wall Street's financial targets. Shares of Facebook were up nearly 3 percent at $63.05 in after-hours trading on Wednesday. Facebook said that mobile ads repre […]
    • Qualcomm's quarterly revenue growth dwindles, shares fall 23 April 2014
      By Noel Randewich SAN FRANCISCO (Reuters) - Qualcomm Inc on Wednesday posted its smallest quarterly revenue increase since 2010 as it wrestles with a smartphone market that is losing steam and shifting to China, sending its shares lower. With expansion in the smartphone industry moving away from wealthy markets such as the United States and toward China and […]
    • All at sea: global shipping fleet exposed to hacking threat 23 April 2014
      By Jeremy Wagstaff SINGAPORE (Reuters) - The next hacker playground: the open seas - and the oil tankers and container vessels that ship 90 percent of the goods moved around the planet. Somali pirates help choose their targets by viewing navigational data online, prompting ships to either turn off their navigational devices, or fake the data so it looks like […]
    • Zynga's Pincus withdraws from operations amid turnaround 23 April 2014
      Zynga Inc co-founder Mark Pincus is relinquishing the last of his operational duties at the social gaming company starting on Wednesday and retreating to an advisory role as Chief Executive Officer Don Mattrick pushes through a restructuring plan. Zynga shares were up 5 percent in after-hours trading on Wednesday after closing at $4.42 on the Nasdaq. Pincus, […]
    • U.S. regulators to propose new net neutrality rules in May 23 April 2014
      By Alina Selyukh WASHINGTON (Reuters) - U.S. regulators are expected to vote on May 15 on a new set of so-called "net neutrality" rules aimed at making certain that broadband providers do not slow down or block consumers' access to legal Internet content. Federal Communications Commission Chairman Tom Wheeler on Wednesday said he plans to circ […]
    • Amazon's Prime Pantry service lets you ship 45 pounds of groceries for a $6 fee 23 April 2014
      Amazon's constantly announcing new efforts to enhance customers' shopping experience, most recently with the Dash gadget for restocking items around the house. Now the retailer's unveiling a new program called Prime Pantry for household essentials like paper towels, soda and snacks. If you're a Prime member, you can ship 45 pounds' w […]
    • Weak chip sales to aero, defense clients hurt Xilinx 23 April 2014
      (Reuters) - Chipmaker Xilinx Inc forecast current-quarter revenue largely below analysts' average estimate, saying it expects sales from its aerospace, defense and wired telecom customers to be flat. Shares of Xilinx, which also reported weaker-than-expected profit for the quarter ended March 29, were down 5 percent in extended trade. Xilinx said it exp […]
    • Samsung now has another company to fear besides Apple 23 April 2014
      Right now, the smartphone market is essentially split between Samsung and Apple, with all other companies struggling to make a profit. However, this could soon change, as Chinese smartphone manufacturer Xiaomi is hoping to shake things up with its dirt-cheap smartphones that actually sport fairly impressive specs. For example, it’s flagship Mi3 smartphone fe […]
    • Zynga founder Pincus leaving operations role 23 April 2014
      NEW YORK (AP) — Online game maker Zynga's founder Mark Pincus is stepping down as chief product officer, less than a year after he was replaced as the company's CEO, as the company's sales slide.
  • Halaman

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘7% pertumbuhan ekonomi’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Ditulis dalam Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.