Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • April 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Nokia says India plant unlikely to be part of Microsoft deal 24 April 2014
      Nokia said that due to an ongoing tax dispute its Indian mobile phone handset plant was unlikely to be included in a deal due to be concluded on Friday for the sale of its global handset business to Microsoft. Nokia will instead operate the factory as a contract manufacturing unit for Microsoft after the deal, a spokeswoman for the Finnish company's Ind […]
    • Verizon reports higher revenue after Vodafone deal 24 April 2014
      NEW YORK (Reuters) - Verizon Communications Inc said on Thursday its quarterly revenue rose 4.8 percent after its acquisition of Vodafone's 45 percent share in their prior joint venture for $130 billion gave the company access to greater amounts of cash flow. The No. 1 U.S. mobile provider earned $5.98 billion, or $1.15 cents per share, in the first qua […]
    • Ericsson to split Network unit in two 24 April 2014
      Ericsson, the world's top mobile telecom equipment maker, said on Thursday it would split its key Network unit in two as communications technology relies more on software and the Internet. Ericsson said it would create one separate business unit for mobile telecom equipment, called Radio, and one business unit called Cloud and IP. Networks chief Johan W […]
    • Tokyo Court orders bankruptcy trustee to begin Mt. Gox liquidation 24 April 2014
      Tokyo District Court ordered liquidation to begin at failed bitcoin exchange Mt. Gox, the company said on Thursday, after the bankruptcy administrator said on April 16 that it would be difficult to rehabilitate the firm. Mt. Gox, once the largest bitcoin exchange in the world, filed for bankruptcy protection on February 28, saying that 750,000 of its custome […]
    • Foxconn to decide fate of Indonesia project in Oct: source 24 April 2014
      By Faith Hung TAIPEI (Reuters) - Foxconn Technology Group will decide in October whether to proceed with a planned $1 billion manufacturing project in Indonesia after a new government takes office, a company source said on Thursday. Foxconn, a major supplier to Apple Inc, wants to expand beyond China, where its massive production base has come under fire fro […]
    • Apple expands buybacks by $30 billion, OKs 7-for-1 stock split 24 April 2014
      By Edwin Chan SAN FRANCISCO (Reuters) - Apple Inc has approved another $30 billion in share buybacks till the end of 2015 and authorized a rarely seen seven-for-one stock split, addressing calls to share more of its cash hoard while broadening the stock's appeal to individual investors. Activist investor Carl Icahn, who had famously called on the iPhone […]
    • Verizon 1Q profit surges on Vodafone-related gains 24 April 2014
      NEW YORK (AP) — Verizon's $130 billion deal to take over of all of Verizon Wireless is helping lift its profit.
    • Video: Limited-edition Galaxy S5 cover drapes your device in shiny crystals 24 April 2014
      Samsung wants you to think of the Galaxy S5 as a luxury good, even if the device’s outer case is made of cheap-feeling dimpled plastic. With this in mind, Samsung has teamed up with luxury crystal designer Swarovski to create a new cover for the Galaxy S5 that is draped from top to bottom in crystals. Samsung says that the new Galaxy S5 Crystal Collection wi […]
    • Best paid iPad apps of all time 24 April 2014
      Sure, there are a lot of great free apps in the iTunes App Store. Sometimes, you get apps that will remain evergreen on your iPad. Here now are the very best!
    • Amped-up ear implant helps to re-grow auditory nerves 24 April 2014
      Cochlear implants already help those with auditory damage to hear better, but what if they could also grow new nerves while they're there? Scientists at the UNSW have discovered a way to do just that, at least in hamsters. After they introduced a gene therapy solution, a modified cochlear implant used electrical pulses to deliver the treatment directly […]
  • Halaman

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘7-besar ekonomi dunia’

Korea saja bisa, apalagi Indonesia!

Posted by sroestam pada 26 Januari 2008

Judul tulisan diatas dibuat oleh Koh Young Hun, Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea, oleh karena tingginya harapan beliau bahwa suatu saat Indonesia akan mencapai kejayaannya. Informasi ini saya dapat dari Milis APWKomitel yang di-moderati oleh Pak Rudi Rusdiah, sbb:

Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu mengatakan: “saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama”.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu
menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang
sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor
internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi
internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.
Etos Kerja Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma
menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris. Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea
dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan
sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat
butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia.
Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian
besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu
bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah.

Sementara sifat yang terakhir, kerjasama, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali
garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut
membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam
tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja
bisa, apalagi Indonesia.

=================================

Ditulis dalam Korea bisa apalagi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.