Strategi Nasional Indonesia

Forum Diskusi Strategi Nasional Indonesia

  • Oktober 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Arsip

  • Meta

  • Web Counter

  • RSS Tech News Headlines – Yahoo News

    • Apple seen riding higher on strong iPhone demand, iPad rebound 21 Oktober 2014
      (Reuters) - Strong global demand for Apple Inc's iPhone 6 will drive revenue growth through 2015, while updated models should help reverse three straight quarters of declining iPad sales, analysts said. Apple shares were set to open 2.4 percent higher on Tuesday. The company posted better-than-expected revenue on Monday on the back of a record iPhone la […]
    • Verizon posts higher revenue as consumers use more data 21 Oktober 2014
      By Marina Lopes WASHINGTON (Reuters) - Verizon Communications Inc's quarterly revenue rose 4.3 percent, matching forecasts, as price cuts attracted more customers and growing mobile video traffic boosted data usage. Subscribers' tendency to use more than one device, plugging in tablets and vehicle consoles to its network, also bolstered results. Po […]
    • Yahoo in talks to buy ad service BrightRoll: TechCrunch 21 Oktober 2014
      (Reuters) - Online search and advertising company Yahoo Inc is in talks to buy digital video advertising service provider BrightRoll for around $700 million, tech blog TechCrunch reported. Term sheets have been signed and the price, if the deal is completed, looks likely to be in the region of $700 million–$725 million, the blog reported, without citing sour […]
    • Verizon CFO says not interested in America Movil assets: WSJ 21 Oktober 2014
      WASHINGTON (Reuters) - Verizon Communications has no interest in acquiring assets being sold by Latin America's biggest telecommunications company, America Movil, Verizon's chief financial officer told the Wall Street Journal on Tuesday. In September, Verizon rival, AT&T said it would not rule out a deal in Mexico. AT&T is one of several po […]
    • Smartphone repair company B2X steps up expansion with Indian deal 21 Oktober 2014
      By Eric Auchard FRANKFURT (Reuters) - Smartphone users won't recognize the name B2X, but if your battery dies or your screen breaks, the odds are that the company will be working behind the scenes when you seek a repair. For customer services software provider B2X Care Solutions, which already manages repairs for many of the world's biggest phone m […]
    • GT Advanced nears deal over Apple secrecy - lawyer 21 Oktober 2014
      By Nick Brown (Reuters) - A lawyer for GT Advanced Technologies Inc, a specialty glass supplier of Apple Inc, told a bankruptcy court on Tuesday the company was close to a settlement with the iPhone maker over access to information. Scant details have emerged since GT Advanced filed for bankruptcy on Oct. 6, wiping out most of its market value and triggering […]
    • Trouble Ahead: William Gibson Brings Us Another Report From the Future 21 Oktober 2014
      The future has been worrying us lately. A good deal of conversation has taken place online about how it looks to us, in fact as well as in fiction, and how that matters. A smart example is Virginia Postrel's 10/08/14 post on Bloomberg View, though it's not, and doesn't pretend to be, comprehensive.William Gibson's new novel has something […]
    • Fantastic update may finally help Google’s music app become a real Spotify rival 21 Oktober 2014
      Do you remember how there were hints from Google that Google Play Music was going to get an entire Material Design revamp? Not only was it true, but Google has updated Play Music with a new “Listen Now” page that may help it become a legitimate rival to Spotify. RELATED: Nexus 6 leak spills new details The new Listen Now page — thanks to Google’s recent acqu […]
    • Nexus 9 hands-on 21 Oktober 2014
      We take a look at Google's Nexus 9 smartphone and Android 5.0 Lollipop.
    • The Nexus 9: hands-on with Google's latest attempt to take on the iPad 21 Oktober 2014
      Android has never gotten much respect in the big tablet market. Sure, the Nexus 7 has been surprisingly successful — thanks in no small part to its low cost and good performance. But the stigma around Android tablets is real and not entirely undeserved once you get to the larger sizes. Despite Google's best efforts, many Android apps haven't been o […]
  • Halaman

Archive for the ‘Kenaikan Harga Minyak Dunia: Fundamental atau Spekulasi’ Category

Lonjakan Harga Minyak, Fundamental atau Spekulasi?

Posted by sroestam pada 7 Juli 2008

Harga minyak hampir menyentuh US$140/barel pada 16 Juni 2008. Harga minyak naik sejak awal 2002 dari US$20 dan menembus US$50-an per barel pada 2005. Sejak Januari 2007 sampai sekarang, harga minyak melonjak tajam ke US$130-an. Kenaikan harga minyak saat ini kontradiktif dengan penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Timbul pertanyaan: apakah kenaikan harga minyak terjadi karena perubahan faktor fundamental atau semata-mata karena spekulasi?

Pada 2008, harga minyak bertahan di atas US$90/barel, jauh di atas harga periode 1986-1999 yang hampir selalu di bawah US$20/barel. Bahkan, pada saat krisis Asia 1997-1998, harga minyak rata-rata sekitar US$15/barel.

Harga minyak yang rendah menyebabkan investasi di sektor minyak tidak menarik. Rata-rata pertumbuhan produksi minyak sepanjang periode 1991-2002 sekitar 1,24% per tahun, di bawah pertumbuhan konsumsi minyak dunia. Bahkan, pada 1999 dan 2002, produksi minyak turun 1% per tahun akibat resesi ekonomi dunia.

Sejalan kenaikan harga, produksi minyak sempat naik pada 2003 dan 2004 masing-masing 3,4% dan 4,4% per tahun. Sayangnya memasuki 2005 sampai 2007, produksi kembali stagnan. Data produksi 2007 memperlihatkan penurunan produksi minyak dari negara penghasil utama.

Meskipun negara penghasil minyak utama lain, seperti Rusia, Kanada, dan Brasil menambah produksinya, secara keseluruhan produksi minyak 2007 turun sekitar 0,2% (BP Statistical Review of World Energy, http://www.bp.com). Data kuartal pertama memperlihatkan penurunan produksi berlanjut pada 2008 meskipun harga naik tajam.

Sementara kapasitas produksi minyak sangat terbatas, permintaan minyak pada era 2000-an mengalami lonjakan tajam sejalan kuatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Pada periode 1990-2002, rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia adalah 2,9% per tahun.

Negara-negara industri baru Asia dan Timur Tengah menyumbang sekitar 60% pertumbuhan konsumsi minyak pada era 2003-2006. Sangat kontras dengan negara OECD yang mengonsumsi rata-rata 60% minyak dunia, tetapi kontribusinya pada pertumbuhan konsumsi minyak periode 2003-2006 hanya 10%.

Hampir 40% pertumbuhan permintaan minyak era 2000-an berasal dari konsumsi minyak China. Pada 2000, konsumsi minyak China sekitar 4,8 juta barel/hari, konsumen nomor tiga dunia setelah AS (19,7 juta barel/hari) dan Jepang (5,5 juta barel/hari). Pada 2006, China mengonsumsi 7,2 juta barel/hari dan menjadi konsumen minyak nomor dua dunia, mengalahkan Jepang (5,2 juta barel per hari).

Fakta interaksi penawaran dan permintaan tersebut menunjukkan sebagian besar kenaikan harga minyak periode 2003-2007 dapat dijelaskan oleh faktor fundamental.

Fenomena moneter

AS menghasilkan sekitar 25% output dunia dan juga mengonsumsi sekitar 25% dari total konsumsi minyak dunia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia akan menurunkan permintaan minyak, sehingga harga minyak idealnya turun. Berhubung harga minyak naik dengan cepat pada 2007-2008, fenomena selain faktor fundamental permintaan dan permintaan riil lebih relevan untuk menjelaskannya.

Bandingkan kenaikan harga minyak dalam mata uang dolar AS dan euro. Dari awal 2002 sampai akhir Mei 2008, harga minyak dalam dolar AS naik dari US$21 ke US$127 per barel, total kenaikan sekitar 505%. Dalam mata uang euro, kenaikan harga minyak untuk periode yang sama dari 23 euro menjadi 82 euro per barel, kenaikan sebesar 256%. Selisih kenaikan harga minyak dalam dolar AS dengan euro hampir 250%.

Kenaikan harga minyak dalam dolar AS lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan kenaikan dalam euro. Dari sisi moneter, ini berarti sebagian kenaikan harga minyak dalam dolar AS disebabkan oleh penurunan daya beli dolar AS. Harga komoditas mengalami inflasi, sebaliknya dolar AS mengalami deflasi.

Penurunan daya beli dolar AS berlanjut ketika Federal Reserve menurunkan suku bunga Fed Fund Rate secara agresif dari 5,25% pada akhir Agustus 2007 menjadi 2% pada April 2008.

Dolar AS melemah tajam terhadap mata uang lain, mendorong investor melakukan hedging dengan berinvestasi di komoditas, termasuk minyak. Harga komoditas pun naik dengan cepat.

Pelemahan dolar AS sangat berpengaruh pada keseimbangan moneter dunia karena baik cadangan devisa dunia-sekitar 65% pada 2006-dan perdagangangan dunia menggunakan dolar AS. Oleh karena itu, ekspansi moneter oleh The Fed dan pelemahan dolar AS cenderung menyebabkan inflasi global.

Kenaikan harga minyak akibat kebijakan moneter longgar USA ini sering disebut faktor spekulasi pada penentuan harga minyak. Pada kenyataannya, kebijakan moneter juga faktor fundamental.

Jelaslah faktor fundamental, seperti penawaran, permintaan, dan kebijakan moneter, menjadi penentu utama pergerakan harga minyak. Namun, mengapa banyak pihak menunjuk investor komoditas sebagai spekulan penyebab kenaikan harga? Mengapa pada saat harga minyak turun drastis pada 1986-2001 tidak ada yang berkata “spekulan adalah pahlawan yang menurunkan harga minyak?”

Ada dua faktor utama yang menyebabkan pemerintah menyalahkan spekulan sebagai penyebab kenaikan harga minyak dan komoditas lain. Pertama, peningkatan jumlah investor dan dana yang masuk ke pasar komoditas mempermudah bukti secara empiris, melengkapi teori konspirasi spekulan yang rakus.

Kedua, dan ini yang lebih mungkin, pemerintah AS ingin cuci tangan dari kegagalan menerapkan disiplin moneter. Pemerintah AS, dan juga Eropa, ingin cuci tangan dari kenaikan harga komoditas pangan (seperti beras, gandum, gula, dan minyak sayur) akibat kebijakan subsidi besar pada industri bahan bakar nabati (biofuel) yang merusak komposisi produksi bahan pangan dunia.

Pemerintah Indonesia pun untuk menutupi kegagalan kebijakan energi dan pangan nasional cenderung mengambinghitamkan faktor global kenaikan harga komoditas.

Oleh Siswa Rizali
Ekonom dan Manajer Investasi pada NISP Sekurita

Posted in Kenaikan Harga Minyak Dunia: Fundamental atau Spekulasi | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.